Bandung Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyalurkan 71.000 liter air bersih kepada warga terdampak krisis air akibat musim kemarau. Bantuan tersebut disalurkan selama periode 10-26 Juli 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bandung Barat Duddy Prabowo mengatakan bantuan tersebut telah menjangkau 1.395 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 5.200 jiwa di empat kecamatan dan tujuh desa.
"Untuk distribusi air bersih sejauh ini yang sudah disalurkan sudah 71.000 liter untuk warga terdampak kemarau dari 10 sampai 26 Juli 2026," kata Duddy, dilansir dari Antara, Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga :
83.014 Wisatawan Kunjungi Bandung Barat Selama Mei 2026Wilayah penerima bantuan meliputi Kecamatan Ngamprah di Desa Tanimulya dan Desa Cilame, Kecamatan Batujajar di Desa Giriasih dan Desa Selacau, Kecamatan Cikalongwetan di Desa Cipada, serta Kecamatan Cipatat di Desa Gunungmasigit dan Desa Citatah.
Distribusi air dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Penyaluran bantuan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa maupun kecamatan.
"Yang sudah melaporkan terdampak dan mengajukan permohonan air bersih itu ada empat kecamatan dan tujuh desa. Totalnya ada sasaran 1.395 KK, sekitar 5.200 jiwa," ujar Duddy.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Pemetaan daerah rawan kekeringan dilakukan berdasarkan kejadian pada musim kemarau beberapa tahun terakhir. Pada 2023 kekeringan terjadi di delapan kecamatan, sedangkan pada 2024 melanda tujuh kecamatan.
"Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian kami, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya berpotensi kembali mengalami kekeringan saat musim kemarau berlangsung," ungkapnya.
Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr
BPBD Bandung Barat juga menyiagakan 20 personel dan tiga mobil tangki air untuk mempercepat distribusi bantuan apabila terjadi krisis air bersih di wilayah lain.
"Dalam konteks kesiapsiagaan tentu personel dan juga peralatan sudah kami siapkan. Ada 20 personel yang disiagakan dan tiga mobil tangki yang siap dimobilisasi," jelas Duddy.
Ia mengimbau warga menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan kering guna mencegah karhutla.




