PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), bagian dari Astra Group, menjaga tren positif pada semester I-2026 dengan membukukan laba bersih Rp1,15 triliun.
IDXChannel - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), bagian dari Astra Group, menjaga tren positif pada semester I-2026. Perusahaan yang fokus memproduksi komponen kendaraan itu membukukan laba bersih sebesar Rp1,15 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.
Capaian tersebut meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp939,0 miliar. Kinerja itu menunjukkan ketangguhan perseroan di tengah tantangan industri otomotif.
Astra Otoparts membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp10,9 triliun pada Januari-Juni 2026, tumbuh sekitar 13,2 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp9,6 triliun. Kenaikan pendapatan dan laba bersih didukung oleh pertumbuhan segmen manufaktur maupun perdagangan.
Pada segmen manufaktur, peningkatan didorong oleh naiknya permintaan komponen kendaraan dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM) seiring meningkatnya permintaan kendaraan roda dua dan roda empat. Sementara itu, segmen perdagangan ditopang oleh portofolio produk aftermarket yang semakin lengkap, permintaan pasar domestik yang tetap kuat melalui jaringan distribusi dan ritel, serta pertumbuhan ekspor.
Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan kinerja tersebut menunjukkan fundamental usaha Astra Otoparts tetap kuat di tengah tantangan eksternal, seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Kami akan terus memperkuat kapabilitas manufaktur dan meningkatkan sinergi dengan OEM, serta memperluas jaringan dan penambahan portofolio produk di segmen aftermarket agar kami dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Dari sisi operasional, pendapatan segmen manufaktur mencapai Rp5,6 triliun, naik 11,6 persen dari Rp5,0 triliun pada semester I-2025. Perseroan juga terus memperluas basis pelanggan dengan memasok komponen kepada OEM baru, mengembangkan komponen kendaraan listrik (xEV), termasuk general parts, specific parts, serta mesin pengisian daya melalui merek ALTRO. Selain itu, Astra Otoparts memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatat pendapatan sebesar Rp5,3 triliun, meningkat 15,1 persen dibandingkan Rp4,6 triliun pada semester I-2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat dan kontribusi ekspor.
Hingga akhir Juni 2026, Astra Otoparts didukung jaringan distribusi yang terdiri atas 49 diler utama dan 27 kantor penjualan, melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang, serta mengoperasikan 667 gerai ritel modern di Indonesia.
Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp23,9 triliun, meningkat 5,6 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp22,6 triliun. Sementara itu, total ekuitas tercatat Rp17,2 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang tetap kuat untuk mendukung kegiatan usaha dan rencana ekspansi perseroan.
(Rahmat Fiansyah)





