Grid.ID - Polemik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah saat ini masih bergulir di pengadilan. Psikolog ingatkan pentingnya jauhkan anak dari konflik dewasa.
Pengakuan Ruben yang merasa dipersulit bertemu anak kini berbuntut panjang. Sang presenter bahkan telah melayangkan gugatan hak asuh anak ke pengadilan.
Tak hanya persoalan hak asuh, permasalahan juga merembet ke hal lain, termasuk nafkah. Situasi tersebut lantas mendapat sorotan dari psikolog Rahma Kusuma Fitri.
Tanggapan Psikolog
Rahma menilai perhatian utama seharusnya tertuju pada bagaimana anak tetap terlindungi dari konflik orang dewasa. Ia lalu mengingatkan bahwa anak seharusnya tidak menjadi pihak yang ikut menanggung beban konflik orang dewasa.
Menurutnya, dampak yang dirasakan anak setelah perceraian atau konflik keluarga tidak bisa disimpulkan secara sederhana. Hal ini karena respons setiap anak berbeda-beda dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor yang mempengaruhi mulai dari kondisi biologis, psikologis, hingga lingkungan sosial tempat mereka tumbuh. Ia menjelaskan bahwa dari perspektif biopsikososial, tidak ada satu faktor tunggal yang menentukan apakah seorang anak akan mengalami dampak emosional yang berat atau justru mampu beradaptasi dengan baik.
"Dari perspektif biopsikososial, dampak yang muncul tidak ditentukan oleh satu faktor saja," ujar Rahma, dikutip dari Tribun Seleb.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa faktor biologis berperan dalam menentukan tingkat ketahanan anak dalam menghadapi tekanan. Menurutnya, setiap anak memiliki karakter bawaan dan sensitivitas terhadap stres yang berbeda.
"Faktor biologis: setiap anak memiliki temperamen dan sensitivitas stres yang berbeda. Ada anak yang relatif lebih resilien (tahan banting), ada pula yang lebih rentan terhadap tekanan emosional," jelas Rahma.
"Faktor psikologis: kemampuan regulasi emosi, harga diri, serta cara anak memahami konflik akan memengaruhi bagaimana mereka merespons situasi tersebut," lanjutnya.
Kini polemik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih bergulir di pengadilan. Psikolog ingatkan pentingnya jauhkan anak dari konflik dewasa.
Ruben Onsu Enggan Bongkar Aib Mantan Istri
Sebelumnya, keduanya terlibat aksi saling sindir di media sosial. Bahkan Sarwendah ikut menjadi perbincangan setelah dirinya mengucapkan kata "cong" saat melakukan siaran langsung.
Ucapan tersebut kemudian menuai kritik karena dianggap ditujukan kepada mantan suaminya. Kendati begitu, Ruben memilih untuk tidak membalas perlakuan Sarwendah.
Ia pun enggan membongkar aib mantan istrinya. Sebab, Ruben tak mau jika nantinya ia harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan kelak.
"Saya punya cerita tentang kehidupannya. Enggak mungkin, saya selama 11 tahun menikah enggak punya cerita tentang yang kurang baiknya gitu," ujar Ruben.
"Tapi buat saya gini, repot nanti saya pertanggungjawabkan," sambungnya.
Ruben juga menilai bahwa hubungannya dengan Sarwendah telah selesai setelah bercerai. Karena itu ia hanya ingin fokus masalah persoalan anak saja.
"Tapi ini kan kayaknya sebuah cerita yang sebenarnya udah tuntas, udah bercerai."
"Ini yang dibahas tentang waktu sama anak. Titik udah di situ aja poinnya," jelasnya. (*)
Artikel Asli




