HARIAN.FAJAR.CO.ID, SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menginisiasi program edukasi komunikasi santun dan percaya diri bagi siswa kelas I hingga III SD Negeri 2 Belawae, Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Jumat, 24 Juli 2026. Program kerja individu bertajuk “Aku Berani Bicara! Edukasi Komunikasi Santun dan Percaya Diri Sejak Dini bagi Siswa Sekolah Dasar” ini bertujuan menanamkan keterampilan komunikasi dasar yang esensial sejak usia dini.
Amelya Dasir, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menjadi pelaksana program, menyampaikan materi secara interaktif dengan menggabungkan presentasi, tanya jawab, permainan edukatif, dan praktik berbicara di depan kelas. Pendekatan ini dirancang agar siswa mudah memahami pentingnya komunikasi santun, keberanian menyampaikan pendapat, serta menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap melalui kegiatan ini adik-adik dapat memahami pentingnya komunikasi yang santun, berani mengemukakan pendapat dengan percaya diri, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Amelya Dasir.
Guru SD Negeri 2 Belawae, Rosmini, S.Pd., menegaskan bahwa program ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus melatih keberanian siswa tampil di depan kelas. Ia mengapresiasi antusiasme anak-anak yang mulai memahami pentingnya komunikasi baik dan percaya diri.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unhas. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti materi dan berani mempraktikkannya di depan kelas. Hal ini menunjukkan mereka mulai memahami pentingnya berkomunikasi dengan baik dan percaya diri. Kami berharap ke depan semakin banyak mahasiswa KKN yang hadir untuk memberikan edukasi positif seperti ini kepada siswa,” terangnya.
Lebih lanjut, program ini diharapkan dapat membiasakan siswa berkomunikasi secara santun dan percaya diri tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di keluarga dan masyarakat. Sebagai bentuk keberlanjutan, mahasiswa akan menyerahkan Modul Panduan Edukasi Komunikasi Santun dan Percaya Diri kepada pihak sekolah agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran berkelanjutan.
Amelya menambahkan bahwa kemampuan komunikasi merupakan keterampilan dasar yang perlu dibangun sejak usia sekolah agar anak mampu berinteraksi dengan baik di berbagai lingkungan sosial. (*)





