Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan revitalisasi kawasan Pasar Minggu. Upaya ini dilakukan agar kawasan tersebut terintegrasi secara menyeluruh dan pengelolaan sampahnya tertata.
"Kami melakukan peninjauan ke kawasan Pasar Minggu, di mana dari hasil peninjauan untuk kondisi pasar memang sudah sangat mendesak untuk dilakukan revitalisasi," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga :
Alokasi Anggaran LPDP DKI untuk Target 75 Calon MahasiswaSyafrin menjelaskan, fokus utama dalam peninjauan tersebut adalah rencana integrasi antara kawasan pasar utama dan lokasi binaan (lokbin). Termasuk penanganan masalah sampah di area tersebut.
"Kita tidak hanya melihat dari sisi PD Pasar Jaya atau lokasi binaan UMKM secara terpisah, tetapi secara keseluruhan harus diintegrasikan supaya aktivitas pedagang dan pembeli lebih mudah," ucap Syafrin.
Selain area pasar utama, lokbin yang menjadi pusat aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga bakal direvitalisasi secara menyeluruh. Langkah ini dimaksudkan agar aktivitas pedagang maupun warga yang berbelanja menjadi lebih praktis dan nyaman.
Ilustrasi sampah. Foto: Dok. Metro TV.
Pihaknya mengaku telah berdiskusi intensif dengan pengelola pasar mengenai proses revitalisasi yang saat ini sudah memasuki tahap nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Ia berharap, penyusunan perencanaan revitalisasi komprehensif dapat segera ditindaklanjuti usai proses MoU rampung.
Sementara itu, untuk penataan lokbin, Syafrin mengatakan Pemkot Jaksel akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta. Penataan bakal mencakup pembagian berbagai zona aktivitas, mulai dari pasar basah, pasar kering, pasar kuliner, hingga fasilitas area parkir.
"Tujuannya agar masyarakat yang berkunjung ke lokbin mendapatkan pengalaman yang baik dan nyaman dalam bermobilitas. Dengan begitu, akan muncul keinginan dari warga untuk langsung menuju ke dalam pasar dan tidak lagi berbelanja di trotoar yang saat ini dikuasai oleh PKL," ucap Syafrin.




