Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak susunan konstituen indeks LQ45 setelah melakukan evaluasi berkala. Dalam pengumuman pada Senin (27/7), BEI memasukkan dua saham baru, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), ke dalam indeks berisi 45 saham paling likuid di pasar modal Indonesia.
Sebagai konsekuensinya, dua emiten harus keluar dari indeks, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Susunan baru indeks LQ45 tersebut akan berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Indeks LQ45 merupakan indeks saham yang menghimpun 45 emiten dengan tingkat likuiditas tertinggi di pasar modal Indonesia. Nama LQ45 sendiri merupakan singkatan dari Liquid 45, dipilih berdasarkan volume perdagangan yang tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar.
Selain perubahan komposisi, evaluasi kali ini juga mengubah bobot sejumlah saham di dalam indeks. Beberapa emiten mencatat kenaikan bobot yang cukup signifikan, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan.
Di antara saham yang bobotnya meningkat adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dari 3,84% menjadi 4,82%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dari 10,46% menjadi 10,91%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (BRPT) dari 2,96% menjadi 3,13% serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dari 0,84% menjadi 1,10%.
Sebaliknya, beberapa saham berbobot besar justru mengalami penurunan. Bobot PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun dari 16,79% menjadi 15%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dari 13,71% menjadi 13,23%, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dari 8,14% menjadi 7,34%, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dari 1,40% menjadi 1,34%.
Sementara itu, INDY dan NCKL langsung masuk sebagai konstituen baru dengan bobot masing-masing 0,25% dan 0,46%.
Berikut Daftar Terbaru Indeks LQ45 Terbaru:
(Sumber: data BEI)
BEI juga menyampaikan jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks dapat kembali disesuaikan sebelum tanggal efektif apabila terjadi aksi korporasi, seperti stock split, reverse stock, right issue, pembagian saham bonus maupun dividen saham.
Dengan begitu bobot masing-masing saham masih berpotensi berubah sebelum susunan baru LQ45 resmi berlaku.




