Beijing (ANTARA) - Para awak Shenzhou-23 baru-baru ini menyelesaikan sebuah studi tentang perubahan mikrobioma usus sebagai akibat dari penerbangan luar angkasa jangka panjang, ketika ketiga astronaut tersebut mencapai hari ke-60 mereka di orbit di stasiun luar angkasa milik China, Tiangong.
Selama 60 hari tersebut, astronaut Zhu Yangzhu, Zhang Zhiyuan, dan Li Jiaying juga secara sistematis melakukan berbagai tugas, termasuk sejumlah eksperimen ilmiah, pemeliharaan platform kompleks stasiun luar angkasa, dan pengelolaan kesehatan di orbit, papar Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA).
Menggunakan spektrometer Raman luar angkasa, para awak melakukan penelitian tentang mikrobioma dan metabolisme nutrisi untuk menganalisis perubahan flora usus dan pengaruhnya terhadap metabolisme nutrien dalam kondisi penerbangan luar angkasa berjangka waktu panjang.
Mereka juga melakukan uji kendali gaya untuk menyelidiki pola perubahan kendali motorik halus dan mekanisme pembelajaran adaptif selama misi orbital jangka panjang.
Latihan manuver pertemuan (rendezvous) dan penambatan (docking) di orbit baru-baru ini dilakukan sesuai jadwal. Dalam latihan tersebut, para awak menyelesaikan latihan pengenalan gambar dalam berbagai kondisi awal menggunakan sistem pelatihan metakognitif.
CMSA baru-baru ini membuka kesempatan pengajuan proposal untuk program penelitian dan aplikasi ilmiah stasiun luar angkasa 2026, yang berfokus pada tiga bidang utama, yakni ilmu hayati dan bioteknologi luar angkasa, fisika mikrogravitasi luar angkasa, serta teknologi dan aplikasi luar angkasa baru.
Program itu mencakup 23 arah penelitian spesifik, termasuk eksplorasi terdepan dalam ilmu hayati luar angkasa, kajian mekanistik tentang proses persiapan material di bawah kondisi mikrogravitasi, serta teknologi manufaktur dan konstruksi di orbit.
Selama 60 hari tersebut, astronaut Zhu Yangzhu, Zhang Zhiyuan, dan Li Jiaying juga secara sistematis melakukan berbagai tugas, termasuk sejumlah eksperimen ilmiah, pemeliharaan platform kompleks stasiun luar angkasa, dan pengelolaan kesehatan di orbit, papar Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA).
Menggunakan spektrometer Raman luar angkasa, para awak melakukan penelitian tentang mikrobioma dan metabolisme nutrisi untuk menganalisis perubahan flora usus dan pengaruhnya terhadap metabolisme nutrien dalam kondisi penerbangan luar angkasa berjangka waktu panjang.
Mereka juga melakukan uji kendali gaya untuk menyelidiki pola perubahan kendali motorik halus dan mekanisme pembelajaran adaptif selama misi orbital jangka panjang.
Latihan manuver pertemuan (rendezvous) dan penambatan (docking) di orbit baru-baru ini dilakukan sesuai jadwal. Dalam latihan tersebut, para awak menyelesaikan latihan pengenalan gambar dalam berbagai kondisi awal menggunakan sistem pelatihan metakognitif.
CMSA baru-baru ini membuka kesempatan pengajuan proposal untuk program penelitian dan aplikasi ilmiah stasiun luar angkasa 2026, yang berfokus pada tiga bidang utama, yakni ilmu hayati dan bioteknologi luar angkasa, fisika mikrogravitasi luar angkasa, serta teknologi dan aplikasi luar angkasa baru.
Program itu mencakup 23 arah penelitian spesifik, termasuk eksplorasi terdepan dalam ilmu hayati luar angkasa, kajian mekanistik tentang proses persiapan material di bawah kondisi mikrogravitasi, serta teknologi manufaktur dan konstruksi di orbit.





