Lulusan IPDN Jadi Rebutan Kepala Daerah, Mendagri Ungkap Alasannya

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali mencetak tonggak sejarah dengan meluluskan 1.404 pamong praja muda pada Wisuda Tahun Akademik 2025/2026. Menariknya, ribuan lulusan sekolah kedinasan ini disebut-sebut langsung menjadi incaran dan rebutan banyak kepala daerah di berbagai wilayah.
 
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang hadir langsung dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, menilai momentum wisuda ini sebagai angin segar bagi reformasi birokrasi di Indonesia. Tito menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang diisi oleh talenta-talenta adaptif.
 
“Kehadiran para pemikir muda bidang kepamongprajaan ini diharapkan menjadi angin segar bagi tata kelola birokrasi nasional yang berbasis pengetahuan, jadi para wisudawan IPDN ini diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan baru yang berbasis pada pengetahuan, yang berlandaskan teori,” ujar Tito Karnavian dalam siaran persnya, Senin, 27 Juli 2026.

Lebih lanjut, Mendagri menyoroti tingginya permintaan terhadap alumni IPDN di dunia kerja pemerintahan. Menurutnya, para kepala daerah berebut mendapatkan lulusan IPDN karena kualitas kompetensi mereka yang sangat komprehensif, tidak hanya sekadar unggul secara akademik.
 
“Banyak kepala daerah yang sudah request lulusan IPDN, karena lulusan IPDN ini bukan hanya belajar akademik, mereka juga belajar kesamaptaan, jasmani, kesehatan, mental ideologi, nasionalisme, integritas, disiplin dan lain-lain. Itu yang membuat mereka banyak diminati. Nanti kita lihat apakah bisa dipenuhi semua, karena Saya inginnya mereka belajar dulu di daerah lain di seluruh Indonesia,” ujarnya.
 
Total 1.404 wisudawan tahun ini terdiri dari 1.204 lulusan Sarjana Terapan, 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, 73 lulusan Magister Terapan, dan 45 lulusan Program Doktor.
 
Dalam kesempatan yang sama, Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi., M.Si., turut mengumumkan deretan lulusan terbaik yang paling menonjol pada tahun akademik ini. “Dari Program vokasi Sarjana Terapan, lulusan terbaik diperoleh Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan raihan IPK 3.84, Ia juga berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata," tuturnya.
 
Selain Aji Bayu, sembilan nama lain yang berhasil masuk dalam jajaran 10 besar lulusan terbaik Sarjana Terapan dan berhak meraih penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja adalah:
  1. Siti Ifadoh (Jawa Timur)
  2. Mohamad Toriq Anwar (Jawa Tengah)
  3. Dwi Ajeng Ayu F.A (Jawa Timur)
  4. Febyanti Rachman (Jawa Timur)
  5. Dwimas Januari Setiawan (Nusa Tenggara Timur)
  6. Charina Anggie Simbolon (Kepulauan Riau)
  7. I Kadek Bayu Swastika (Bali)
  8. M. Ramdhan (Jawa Barat)
  9. Agung Mirah Prayoga (Jawa Timur)
Sementara itu, predikat lulusan terbaik Magister Terapan diraih oleh Elliya Nurul Firdaus., S.H., M.Tr.IP. Untuk jenjang doktoral, lulusan terbaik diraih oleh Dr. Iin Mutmainnah., S.Sos., M.Si. Adapun penghargaan lulusan terbaik Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan disabet oleh Ridwan Mochamad Ramdhani.

Baca Juga : Cek Syarat Tinggi Badan Sekolah Kedinasan 2026, Ini 2 Kampus Pengecualiannya


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Praperadilan, Eks Waka BGN Lodewyk Minta Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Dirjen Imigrasi: 1.172 Desa Binaan jadi Embrio Cegah TPPO
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Hanya Jaga Kedaulatan, TNI Kini Bantu Ketahanan Pangan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Rumor Sakit hingga Adanya Tekanan, Istana Buka Suara soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
BNPT: Perempuan, Anak, dan Remaja Jadi Sasaran Utama Kelompok Teroris
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.