Netanyahu Vs Mamdani Kian Panas, "Perang Terbuka" Segera Pecah

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan rapat kabinet mingguan di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv, Israel, 7 Januari 2024. (REUTERS/Ronen Zvulun)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuding Wali Kota New York City Zohran Mamdani sedang menyebarkan dan memicu kebencian. Tuduhan ini dilontarkan setelah Mamdani menyerukan agar Netanyahu ditangkap atas dugaan kejahatan perang di Gaza jika ia mendatangi kota tersebut untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Mengutip laporan The Guardian, Senin (27/7/2026), Netanyahu menegaskan niatnya untuk tetap terbang ke New York pada September mendatang guna menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin dunia. Ia mengabaikan imbauan Wali Kota New York yang mengisyaratkan bahwa kedatangannya sama sekali tidak diharapkan.

"Dia seharusnya menjadi wali kota bagi seluruh warga New York, umat Yahudi, Kristen, Muslim, dan siapa saja. Namun, dia justru mencoba memecah belah dan memusuhi satu kelompok terhadap kelompok lainnya," tegas PM Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancara di program Sunday Morning Futures Fox News bersama Maria Bartiromo.


Mamdani sebelumnya menyampaikan bahwa meski pemerintah kota New York tidak memiliki wewenang hukum langsung untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), ia mendesak pemerintah federal AS untuk melaksanakannya. Pihak kantor Wali Kota New York sendiri belum memberikan komentar balasan merespons balik tudingan Netanyahu tersebut.

Sosok Netanyahu kian menjadi figur yang memicu polarisasi tajam akibat perang berdarah di Gaza yang meletus pascaserangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Selain konflik Gaza, Israel juga bergabung bersama AS memulai perang melawan Iran sejak 28 Februari lalu, sebelum akhirnya meluncurkan invasi darat ke Lebanon selatan untuk membalas serangan kelompok Hizbullah.

Baca: Update Perang Timteng: AS Setop Serangan, Iran Kembali Nego Damai?

Bantahan Netanyahu

Netanyahu secara tegas menepis tuduhan kejahatan perang yang dilayangkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag dan menganggapnya sebagai hal yang palsu. Ia menunjuk pada tuduhan pelanggaran seksual yang melibatkan jaksa penuntut utama ICC, yang resmi dicopot dari jabatannya pada Jumat, sambil menyebut surat penangkapan tersebut hanyalah pengalihan isu.

Pengadilan di Den Haag tersebut sebelumnya menuduh Netanyahu, mantan menteri pertahanannya, serta mendiang pimpinan Hamas atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 73.000 orang tewas akibat ofensif militer Israel di mana sekitar separuhnya merupakan wanita dan anak-anak, sementara serangan awal Hamas menewaskan sekitar 1,200 orang yang mayoritas warga sipil.

Di samping menepis ICC, Netanyahu turut menyuarakan kekhawatirannya atas risiko retaknya dukungan bipartisan politik dari AS yang selama ini solid membela Israel. Keretakan tersebut dipicu oleh perpecahan di dalam kubu Partai Demokrat akibat dorongan kelompok progresif dan sayap kiri yang sejalan dengan faksi Mamdani.

Netanyahu juga memperingatkan bahaya lonjakan paham antisemitisme di AS dan negara-negara Barat lainnya. Ia mengungkapkan bahwa warga Yahudi di New York City, yang merupakan populasi Yahudi terbesar kedua di dunia, kini merasa sangat tidak nyaman dan ia menilai kondisi tersebut sepenuhnya salah.

Baca: "Pemberontak" di Dalam Iran Mulai Bikin Panik, Negara Tetangga Teriak

Sikap Mamdani dan Jaminan Trump

Sepanjang kampanye pemilihan wali kota tahun 2025 lalu, Mamdani memang telah berjanji bakal memerintahkan kepolisian kota New York untuk mengeksekusi surat penangkapan ICC atas peran Netanyahu dalam perang Gaza.

Mamdani menegaskan bahwa New York tidak menerima kehadiran Netanyahu maupun penjahat perang lainnya yang masih berkeliaran.

"Saya ingin menegaskan dengan sangat jelas, Benjamin Netanyahu tidak disambut di New York City, begitu pula penjahat perang lainnya yang masih berkeliaran," tegas Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam pesan videonya.

"Saya memahami frustrasi warga New York, dan ekspresi protes merupakan sesuatu yang akan selalu dihormati oleh kota ini," lanjut Mamdani menanggapi penolakan warga atas kedatangan Netanyahu.

Menanggapi polemik tersebut, Presiden AS Donald Trump memberikan jaminan keamanan penuh kepada sang pemimpin Israel melalui unggahan di media sosial miliknya. Trump menegaskan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap dalam bentuk atau cara apapun selama berada di wilayah hukum Amerika Serikat.

Netanyahu sendiri dijadwalkan tiba di Washington DC untuk bertemu dengan Trump sekaligus menghadiri upacara pemakaman mendiang Senator Republik Lindsey Graham. Graham, seorang senator kawakan yang dikenal sangat mendukung pertahanan dan menjadi salah satu sekutu terdekat Israel, meninggal dunia secara mendadak pada 11 Juli lalu akibat dugaan robeknya pembuluh darah aorta.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Bela Netanyahu, Tolak Ancaman Penangkapan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Berpeluang Rebound, Cek Analisa Saham EMAS, ITMG, dan TAPG
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
3 Shio Ini Diprediksi Finansial Makin Membaik Pekan Ini, Rezeki Tak Terduga Mulai Datang
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Kepala BPOM kolaborasi Kementerian UMKM, SAPA SEMESTA Didorong Jadi Pengungkit Daya Saing Pangan Nasional
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Special Ticket Ludes Terjual, Pendaftaran Early Bird PLN Electric Run 2026 Dibuka Besok
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
KSSK Diminta Libatkan Danantara di Setiap Pengambilan Keputusan
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.