Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Irawan meminta kepolisian mengusut tuntas setiap pelaku aksi main hakim sendiri (eigenrichting) yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi alarm menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Ahmad mengatakan, dalam sepekan terakhir terjadi sejumlah aksi main hakim sendiri yang berujung korban jiwa, mulai dari pengeroyokan terhadap pria yang diduga mencuri ayam di Bali hingga perantau asal Sinjai yang tewas setelah dituduh mencuri sepeda motor di Morowali.
Advertisement
"Saya menyayangkan, sedih, dan perih membaca serta menonton beberapa peristiwa tersebut. Terlepas dari dugaan kejahatan yang dilakukan korban, mereka tidak boleh dihakimi dengan cara seperti itu, apalagi dikeroyok beramai-ramai hingga meninggal dunia," kata Ahmad Irawan kepada Liputan6.com, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan aksi kekerasan oleh masyarakat.
"Demi tegaknya hukum dan keadilan, saya meminta kepolisian mengusut pelaku pengeroyokan dan main hakim sendiri serta memberikan hukuman yang setimpal," ujarnya.
Selain penegakan hukum terhadap pelaku, Ahmad juga meminta pemerintah memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
Menurut Ahmad, maraknya aksi main hakim sendiri harus menjadi bahan evaluasi seluruh pihak. Ia menilai salah satu faktor yang memicu tindakan tersebut adalah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap proses dan institusi penegak hukum.
"Bisa dikatakan salah satu sebab terjadinya peristiwa tersebut karena lemahnya kepercayaan terhadap proses dan institusi penegak hukum. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut, penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan konsisten," kata politikus Partai Golkar ini.




