Kala Cekcok Rebutan Sate Taichan Renggut Nyawa Prajurit TNI di Tangerang

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Pengeroyokan yang berujung tewasnya prajurit TNI AD berinisial ABS (21) di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, akhirnya terungkap.

Kasus bermula dari cekcok akibat rebutan antrean sate taichan. Perselisihan itu kemudian berujung pada aksi pengejaran, pengeroyokan, hingga penusukan terhadap korban.

Dari kasus tersebut, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka yang dibagi ke dalam empat klaster sesuai peran masing-masing.

"Total saat ini penyidik telah menetapkan tersangka yang berjumlah tujuh orang. Dan dari hasil penyidikan, penyidik membagi tersangka menjadi empat klaster," tulis Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Terungkap, Anggota TNI Tewas di Kelapa Dua Tangerang Setelah Ditusuk 10 Kali Usai Cekcok Rebutan Sate Taichan

Cekcok perkara sate taichan

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, peristiwa bermula saat kelompok pelaku memesan empat porsi sate taichan.

Korban yang datang bersama dua rekannya mengira pesanan tersebut merupakan miliknya sehingga terjadi adu mulut.

"Jadi awal mula cekcok hingga kemudian ada beberapa orang yang memukul pertama, kemudian kejar mengejar hingga pada akhirnya di satu jalan raya korban dilakukan penusukan sebanyak 10 tusukan, terdiri dari lima tusukan di depan dan lima tusukan di belakang," ujar Wira di Serpong, Jumat (24/7/2026).

Menurut dia, dua rekan korban tidak dapat memberikan pertolongan karena kalah jumlah dan memilih menyelamatkan diri.

Lkasi penusukan tidak terekam secara langsung oleh CCTV. Namun, rekaman memperlihatkan korban terus dikejar pelaku menggunakan sepeda motor.

Korban yang merupakan atlet lari sempat berlari sekitar 800 meter. Sementara pelaku mengejar korban menggunakan sepeda motor sambil membawa pisau.

"Memang dilihat di CCTV tadi korban lari cukup kencang dan cukup jauh. Makanya pelaku penusuk pun mengejar korban tidak mampu dia lari, dia mengejarnya menggunakan sepeda motor," ujar Wira.

Baca juga: Kronologi Penangkapan 7 Pembunuh Prajurit TNI di Kelapa Dua Tangerang, Satu Orang Serahkan Diri

Empat klaster dan 7 tersangka

Eda empat klaster tersangka dalam kasus tewasnya anggota TNI ini,

Klaster pertama adalah BR alias CL (36) dan MKN alias RL (27) yang berperan mengejar korban.

Klaster kedua terdiri dari FNK alias SM (26), RRGB alias RN (22), dan AEL alias ER (22) yang berperan mengejar sekaligus memukul korban.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam kejadian, RN membonceng ER menggunakan sepeda motor untuk menjemput EYR alias EO (21), sedangkan ER mengetahui penusukan yang dilakukan EO menggunakan sebilah pisau.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teganya Ibu di Bogor Buang Bayi Sendiri Usai Disimpan 5 Hari
• 3 jam laludetik.com
thumb
Bupati Sumbawa Dorong Kopi Tepal Mendunia Lewat Festival Ngemar Kawa
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Respon Nathalie Holscher Terkait Viralnya Ceramah Ustadz Syam di Pernikahannya
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Danantara Bentuk Housing Jual Aset BUMN yang Belum Laku
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ibu Dokter Intern yang Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen di Kalibata Alami Syok, Polisi: Belum Bisa Dimintai Keterangan
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.