HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Timnas Indonesia menang telak 5-1 atas Kamboja dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026). Meski meraih tiga poin penting, pelatih John Herdman menyimpan kekecewaan karena skuad Garuda gagal menjaga clean sheet.
Skuad Garuda tampil dominan dan agresif selama pertandingan, membobol gawang Kamboja sebanyak lima kali. Mitchell Baker menjadi bintang lapangan dengan mencetak tiga gol, sementara dua gol tambahan dicetak oleh Sandy Walsh dan Jens Raven. Gol hiburan Kamboja datang dari Sokmeng Chea pada awal babak kedua.
John Herdman menegaskan bahwa meskipun hanya kebobolan satu gol, hal ini menjadi fokus utama evaluasi timnya. “Saya merasakan kekecewaan di laga ini karena kami ingin meraih clean sheet. Tetapi, kami harus menegakkan kepala,” jelas pelatih asal Inggris berusia 51 tahun dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih yang baru pertama kali mengikuti turnamen antarnegara Asia Tenggara ini menyoroti bahwa Indonesia sebelumnya telah menjalani tiga laga tanpa kebobolan, termasuk kemenangan 3-0 atas Oman, 1-0 atas Mozambik, dan 3-0 dalam laga uji coba melawan Bali United.
“Kami seharusnya mendapatkan clean sheet di empat laga beruntun jika kami menyertakan laga kontra Bali United, tapi kami gagal mempertahankannya malam ini. Itu mengecewakan,” ungkap Herdman.
Lebih lanjut, Herdman mengakui bahwa kompetisi di Asia Tenggara memiliki level teknik yang sangat tinggi. Ia mencontohkan penyerang Kamboja yang mampu merepotkan pertahanan Indonesia dengan kemampuan teknik yang baik.
“Untuk kompetisi di Asia Tenggara saya pikir level tekniknya sangat tinggi. Saya pikir seperti Kamboja, Anda bisa lihat mereka memiliki para penyerang yang kemampuan tekniknya baik, yang bisa menimbulkan masalah bagi kami,” beber Herdman.
Namun, Herdman merasa optimis dengan performa agresif skuad Garuda yang mampu memberikan tekanan tinggi sehingga menghambat penguasaan bola lawan.
“Akan etapi, saya pikir dengan agresivitas kami, kami bisa memberikan tekanan yang sangat agresif pada mereka, yang membuat mereka tak mampu menguasai bola,” jelas mantan pelatih Timnas Kanada itu.





