BANGKA, DISWAY.ID - Taman Nasional (TN) Gunung Maras resmi memasuki usia satu dekade sejak ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada Juli 2016.
Momen ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat komitmen menjaga keanekaragaman hayati sekaligus melestarikan kawasan yang menjadi penyangga kehidupan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
TN Gunung Maras merupakan salah satu dari 11 kawasan konservasi yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan di bawah Kementerian Kehutanan.
BACA JUGA:BPKH Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Kelolaan Dana Haji Tembus Rp180,74 Triliun
Kawasan ini berada di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat, sekitar 90 kilometer atau 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Pangkalpinang menuju Desa Dalil.
Dikenal sebagai “Atap Bangka Belitung”, Gunung Maras memiliki ketinggian sekitar 710 meter di atas permukaan laut dan menjadi puncak tertinggi di Pulau Bangka.
Kawasan ini memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari ekosistem mangrove, hutan dataran rendah, hingga pegunungan, sehingga menjadi habitat penting bagi berbagai flora dan fauna.
Taman Nasional Gunung Maras juga menjadi rumah bagi satwa endemik Bangka Belitung, seperti kukang Bangka (Nycticebus bancanus) dan tarsius Bangka (Cephalopachus bancanus).
BACA JUGA:Sejarah Paskibra dan Paskibraka, Berawal dari Gagasan Husein Mutahar hingga Lahirnya Formasi 17-8-45
Selain berperan sebagai kawasan konservasi, taman nasional ini juga menawarkan potensi wisata alam yang menarik, di antaranya Air Terjun Berbura, Air Terjun Bidadari, dan Air Terjun Tujuh Tingkat yang menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun pecinta alam.
Mengusung tema “Melestarikan Keanekaragaman Hayati Bangka”, peringatan HUT ke-10 diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pengawasan pendakian, edukasi bagi para pendaki, sosialisasi pelestarian kawasan, hingga pemberian merchandise kepada 10 pendaki pertama yang mematuhi aturan selama berada di kawasan taman nasional.
Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, mengatakan bahwa perjalanan 10 tahun TN Gunung Maras menjadi pencapaian penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dari berbagai ancaman kerusakan.
BACA JUGA:Mulai Pekan Depan, Publik Bisa Pantau Menu MBG Secara Online
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat lokal harus terus diperkuat agar satwa endemik serta potensi wisata alam di Gunung Maras tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Peringatan satu dekade Taman Nasional Gunung Maras bukan hanya menjadi perayaan perjalanan waktu, tetapi juga pengingat bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
- 1
- 2
- »





