tvOnenews.com - Kabar duka datang dari keluarga besar TVRI. Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, dipastikan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama sembilan hari akibat terseret arus Sungai Memti di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Ucapan belasungkawa disampaikan melalui akun resmi TVRI.
Dalam pernyataannya, TVRI mengenang almarhum sebagai sosok yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian selama bertugas.
"Segenap pimpinan dan keluarga besar TVRI menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya rekan kami, Yanto Idorway, Presenter TVRI Papua Barat," tulis TVRI.
TVRI juga mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Mereka turut menyampaikan bahwa jasa dan kenangan baik Yanto akan selalu dikenang oleh seluruh rekan kerja.
- Instagram/TVRI
Ditemukan Setelah Pencarian Sembilan Hari
Jenazah Yanto ditemukan pada Senin, 27 Juli 2026, sekitar pukul 11.05 WIT di kawasan Air Terjun Danau Anggi Gida, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Lokasi penemuan berada tidak jauh dari titik awal korban diduga terjatuh, yakni sekitar 10 meter.
Korban ditemukan di aliran air terjun yang dipenuhi bebatuan besar dengan kondisi medan yang curam.
Penemuan tersebut mengakhiri pencarian panjang yang melibatkan aparat gabungan, relawan, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.
Sebelum pencarian dilanjutkan pada hari penemuan, masyarakat adat terlebih dahulu menggelar prosesi adat Arfak sebagai bagian dari tradisi setempat.
Setelah prosesi selesai, tim bergerak menyisir kawasan air terjun.
Sekitar dua jam kemudian, seorang warga bernama John Saroi menjadi orang pertama yang menemukan jasad korban.
Tim gabungan selanjutnya mengamankan lokasi dan melakukan proses evakuasi.
- Antara
Bermula Saat Menyeberangi Sungai
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIT.
Saat itu Yanto bersama dua rekannya tengah menuju kawasan wisata Air Terjun Memti di Kampung Sisrang.
Ketika hendak menyeberangi sungai, Yanto diduga terpeleset karena permukaan batu yang licin. Ia kemudian terseret derasnya arus Sungai Memti.
Dua rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban tidak berhasil ditemukan.




