Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan ada tantangan besar dalam menyelenggarakan pendidikan bermutu bagi anak Indonesia.
Salah satu tantangannya, menurut dia, saat ini baru ada sedikit wilayah di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA bermutu baik.
"Tantangan yang kita hadapi masih besar. Saat ini baru sekitar 4% kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian mutu baik," kata Qodari dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Karenanya, menurut Qodari, perlu dilakukan pemerataan mutu pendidikan secara cepat. Caranya bukan hanya dengan membangun sekolah, tetapi dengan memperkuat ekosistem pembelajaran di daerah.
Upaya yang dilakukan pemerintah saat ini, kata Qodari, adalah dengan menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
"SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan," jelas Qodari.
"Murid mengikuti kurikulum nasional melalui pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEAM atau Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, Matematika, dan Olahraga, serta memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan karakter, minat, bakat, dan talentanya," paparnya.
Qodari mengatakan, SNT diselenggarakan secara gratis. SNT juga tak memiliki asrama. Karena itu, anak bisa memperoleh pilihan layanan pendidikan bermutu yang dekat dari rumah.
Dia melanjutkan, SNT juga tak hanya memberikan manfaat kepada murid yang bersekolah di dalamnya, namun dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan.
"SNT dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, serta kemitraan dengan sekolah-sekolah di sekitarnya," ungkap dia.
Pada tahun ajaran 2026-2027, layanan SNT mulai diselenggarakan di 17 kabupaten/kota pada 13 provinsi. Mulai dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Penerimaan murid baru dibuka untuk calon murid kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA. Pada tahap awal, pembelajaran menggunakan lokasi sementara selama pembangunan kampus permanen masih berlangsung.
"Pendaftaran diprioritaskan bagi calon murid dari kabupaten atau kota tempat SNT berada. Seleksi dilaksanakan melalui tahapan administrasi dan tes skolastik sesuai petunjuk teknis. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal snt.kemdikdasmen.go.id/spmb," tutur Qodari.
"Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan setempat juga kami harapkan aktif membantu masyarakat yang memerlukan pendampingan," sambungnya.





