JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan hutan konservasi.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis digital, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga mendorong modernisasi layanan kehutanan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung kemudahan berusaha.
Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran Sistem Informasi Kerja Sama Penyelenggaraan Kawasan Konservasi (SIGMA KSDAE) versi terbaru.
BACA JUGA:Satu Dekade Taman Nasional Gunung Maras, Benteng Konservasi dan Rumah Satwa Endemik Bangka Belitung
Sistem ini diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan Taman Buru (TB) Tahun 2026.
Direktur Perencanaan Konservasi, Ammy Nurwati, mengatakan pengelolaan kawasan konservasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Saat ini terdapat 525 perjanjian kerja sama aktif yang tersebar di 87 unit pelaksana teknis dan daerah di seluruh Indonesia.
Kerja sama tersebut melibatkan BUMN, BUMD, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, hingga yayasan.
BACA JUGA:BPKH Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Kelolaan Dana Haji Tembus Rp180,74 Triliun
Menurut Ammy, pembaruan SIGMA KSDAE menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kerja sama kawasan konservasi.
Sistem yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai alat monitoring internal kini dikembangkan menjadi platform digital yang lebih terintegrasi, adaptif, dan terdokumentasi.
“Melalui pembaruan ini, SIGMA KSDAE mengintegrasikan seluruh siklus penyelenggaraan kerja sama dalam satu sistem, mulai dari pengajuan kerja sama baru, perubahan, perpanjangan, kajian lapangan, persetujuan hingga tingkat Menteri, penerbitan perjanjian, penyusunan dokumen perencanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, hingga pengakhiran perjanjian,” ujar Ammy.
BACA JUGA:Sejarah Paskibra dan Paskibraka, Berawal dari Gagasan Husein Mutahar hingga Lahirnya Formasi 17-8-45
Selain mempermudah pengelolaan data secara real time, SIGMA KSDAE juga memberikan akses kepada para mitra untuk memantau perkembangan kerja sama secara lebih terbuka dan transparan.
Kehadiran sistem ini diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan, memperkuat koordinasi antar-pihak, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan seluruh perjanjian kerja sama berjalan tepat waktu sesuai ketentuan.
- 1
- 2
- »





