Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa negaranya pada dasarnya telah berada dalam konflik dengan Iran. Menurutnya, Teheran bukan lagi sekadar pendukung, melainkan telah terlibat langsung dalam perang dengan memasok persenjataan dan teknologi militer kepada Rusia.
Zelensky mengatakan negara tersebut telah memberikan kontribusi besar terhadap kemampuan tempur Rusia. Hal itu otomatis menjadikannya musuh dari Ukraina.
Baca Juga: Diungkap Trump, Iran Diam-diam Lanjutkan Negosiasi dengan Amerika Serikat
"Iran, sejak tahun pertama perang, memberikan basis baru dan teknologi baru kepada Rusia," kata Zelensky kepada Sky News, dikutip Selasa (28/7/2026).
Ia menyebut bantuan itu tidak hanya berupa pesawat nirawak, tetapi juga mencakup lisensi produksi yang memungkinkan sistem persenjataan tersebut dibuat oleh Rusia.
"Itu adalah drone Shahed. Mereka memberikan ribuan drone itu pada tahun pertama perang. Kemudian mereka memberikan lisensi," ujarnya.
Menurut Zelensky, tindakan tersebut sudah cukup untuk menyatakan bahwa telaha da perang antara Iran dan Ukraina.
"Apa yang mereka lakukan? Apakah mereka menyerang kami? Menurut saya, ya. Jadi mereka sudah melakukannya. Perang itu sudah berlangsung. Secara efektif, mereka menyerang Anda," tegasnya.
Adapun Zelensky menekankan bahwa pihaknya tetap harus berhati-hati agar konflik tidak berkembang menjadi front perang baru yang lebih luas. Namun Iran dan Korea Utara menurutnya telah menjadi bagian dari pihak yang menyerang Ukraina melalui dukungan militer kepada Rusia.
"Kita harus berhati-hati. Kita harus melakukan segala cara agar tidak membuka front baru dalam bentuk apa pun, tetapi kita juga harus jujur. Iran dan Korea Utara sudah menyerang kami," katanya.
Pernyataan Zelensky muncul beberapa hari setelah ia mengklaim menyerang kapal-kapal di Laut Kaspia. Salah satu yang menjadi sasaran adalah kapal milik Iran.
Baca Juga: Di Balik Perry Warjiyo Tinggalkan Prabowo: Gubernur BI Dulu Tak Mundur Bahkan Saat Krisis 1998
Insiden tersebut memicu reaksi keras dari Teheran. Otoritas Iran melaporkan sebuah ledakan di atas kapal menewaskan satu pelaut dan melukai seorang lainnya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa insiden tersebut "tidak bisa dibiarkan tanpa jawaban."





