GT Tomang Diberlakukan Buka Tutup Sementara hingga 9 Agustus di Akhir Pekan

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

PT Jasa Marga (Persero) melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) menutup sementara Gerbang Tol (GT) Tomang pada akhir pekan selama pengerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di Ruas Tol Dalam Kota. Penutupan dilakukan bertahap mulai Jumat (24/7) hingga Minggu (9/8) guna menjaga kualitas jalan dan memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Melalui keterangan yang diberikan, Senior Manager Representative, Amri Sanusi, mengatakan pekerjaan rekonstruksi ini merupakan bagian dari program pemeliharaan berkala guna menjaga kondisi jalan tol tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan memberikan keamanan serta kenyamanan bagi pengguna jalan.

Menurutnya, Ruas Tol Dalam Kota memiliki peran strategis sebagai akses utama menuju kawasan bisnis di Jakarta. Tingginya volume kendaraan membuat kondisi jalan harus terus dipelihara agar tetap optimal dan aman dilalui.

Adapun pekerjaan rekonstruksi di arah Cawang meliputi gardu 03 GT Tomang yang dikerjakan pada Jumat,(24/7)pukul 21:30 WIB hingga Sabtu,(25/7) pukul 05:00 WIB. Selanjutnya gardu 04 GT Tomang serta lajur 1 dan 2 Ramp B Simpang Susun Tomang akan dikerjakan pada Sabtu,(25/7) pukul 21:30 WIB hingga Minggu, (26/7) pukul 05:00 WIB.

Selama pengerjaan berlangsung, atas diskresi pihak kepolisian, Gerbang Tol Tomang akan ditutup sementara dan diberlakukan rekayasa lalu lintas.

Pengguna jalan dari arah Tangerang menuju Cawang melalui Ruas Tol Dalam Kota diarahkan keluar melalui Exit Tomang, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalan arteri dan kembali masuk melalui Gerbang Tol Slipi 2.

Sementara itu, pengguna jalan dari arah Tangerang yang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta diarahkan keluar di Exit Tomang, melanjutkan perjalanan melalui jalan arteri, lalu masuk kembali melalui Gerbang Tol Jelambar 1

Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna meminimalkan dampak pekerjaan terhadap arus lalu lintas. Langkah tersebut meliputi pemasangan rambu-rambu sebelum lokasi pekerjaan, pengaturan lalu lintas, pembatasan area kerja, serta koordinasi dengan kepolisian Patroli Jalan Raya (PJR), PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), dan instansi terkait.

Jasa Marga juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama proses rekonstruksi berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Adakan Sayembara Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Bilang Begini
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Buntut Bentrokan Maut di Matraman, Gubernur Jakarta Pramono Minta Warga Tidak Terpancing Provokasi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenhut Tetapkan PT GTP Tersangka Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Komunitas Lintas Iman Bentuk Sekretariat untuk Jaga Bumi
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Di Balik Pertemuan Dasco, Hotman Paris dan Ketum PWI
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.