Kotawaringin Timur: Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengawal keamanan transportasi. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sementara ini kabut asap dari karhutla sudah berdampak kepada penerbangan dan yang kita khawatirkan ini kapal-kapal yang melalui Sungai Mentaya juga terdampak,” kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Raihansyah menjelaskan kabut asap karhutla berpotensi menghambat aktivitas pelayaran yang dapat memberikan efek domino terhadap perekonomian.
Baca Juga :
Dinkes Kobar Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus ISPA Akibat KarhutlaSungai Mentaya memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi barang, terutama untuk memasok berbagai kebutuhan pokok ke Kotim. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran akan memberi efek terhadap sektor ekonomi masyarakat.
Jika kapal pengangkut logistik terganggu akibat jarak pandang yang menurun karena kabut asap, operasional kapal dapat terhambat dan menyebabkan keterlambatan distribusi kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kelangkaan sejumlah komoditas di pasaran. Dampaknya, harga barang dapat meningkat dan memengaruhi laju inflasi di daerah.
“Terutama kapal yang membawa sembako dan lain sebagainya. Kalau itu tertunda juga kita juga akan merasakan berkaitan dengan inflasi nantinya, kenaikan harga ataupun kelangkaan bahan-bahan pokok,” ujarnya.
Dishub Kotim intens berkoordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan terkait, baik yang berkaitan dengan pelayaran, penerbangan serta lainnya. Tujuannya agar aktivitas transportasi di berbagai lini tetap dapat berjalan dengan baik dan aman.
Selain mengantisipasi dampak terhadap pelayaran, Dishub Kotim juga memantau operasional penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Beberapa waktu terakhir, kawasan sekitar bandara sempat terdampak aktivitas karhutla.
Situasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Dokumentasi/ BPBD)
Pada pekan lalu, penerbangan Super Air Jet rute Jakarta-Sampit terlambat sekitar dua jam. Meski begitu, penundaan itu bukan disebabkan kabut asap yang mengganggu jarak pandang pilot.
Keterlambatan terjadi karena terdapat kebakaran di sekitar runway 13 yang menjadi lintasan pesawat saat melakukan manuver pendaratan. Aspek keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum pesawat diberangkatkan dari Jakarta.
Dishub Kotim mengajak warga berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Warga juga diminta segera melaporkan titik api kepada petugas agar dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas.
“Maka dari itu, kami mengimbau supaya kita jaga bersama selama kemarau ini. Jangan membakar hutan dan lahan. Kalaupun ada api-api kecil segera kita padamkan atau segera laporkan, karena ini juga bisa berdampak pada perekonomian kita,” demikian Raihansyah.




