Anggota Panja Pengawasan Kasus Dugaan Tipikor Febrie Adriansyah, Hasbiallah Ilyas menyatakan dukungan penuh kepada Polda Metro Jaya mengusut tuntas kasus kematian Sutrimo yang diduga sebagai penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah secara profesional.
Menurutnya, penanganan perkara tersebut harus mengedepankan pembuktian ilmiah agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hasbiallah mengatakan langkah cepat kepolisian sangat penting mengingat terdapat sejumlah indikasi awal yang perlu didalami melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang komprehensif.
"Saya mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk bergerak cepat mengusut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Hasbiallah kepada wartawan, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar, kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung menjadi salah satu temuan awal yang memerlukan pembuktian ilmiah.
Namun demikian, ia menegaskan penyebab pasti kematian Sutrimo hanya dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan medis dan forensik. Oleh karenya, Hasbiallah melihat transparansi penanganan sangat dibutuhkan.
"Melihat kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, secara kasatmata terdapat indikasi kuat yang mengarah pada dugaan keracunan. Temuan medis awal ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata dan membutuhkan hasil uji laboratorium forensik serta otopsi yang mendalam," katanya.
Hasbiallah juga menyoroti bahwa almarhum yang disebut sebagai penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat perhatian publik terhadap kasus ini semakin besar.
"Keterkaitan latar belakang ini membuat spekulasi di tengah masyarakat berkembang semakin liar ke berbagai arah jika tidak segera ditangani secara transparan," tutur politikus PKB itu.
Lebih lanjut, ia menegaskan Polri perlu mengedepankan scientific crime investigation atau penyidikan berbasis bukti ilmiah dalam mengungkap perkara tersebut.
"Tidak ada jalan lain bagi Polri selain mengusut kasus ini secara sangat serius melalui scientific crime investigation. Hanya ketegasan dan keterbukaan kepolisian yang bisa menjawab kesimpangsiuran publik serta menuntaskan teka-teki kematian almarhum," tandas Hasbiallah.





