Jakarta: Kawasan Jalan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat yang sempat menjadi titik bentrokan maut antarwarga masih dijaga ketat aparat gabungan. Selain pengerahan pasukan dari pihak kepolisian, TNI juga disiagakan di lokasi untuk membantu pengamanan.
Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Selasa 28 Juli 2026, penjagaan tetap dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif, meskipun dua kelompok warga yang sebelumnya terlibat bentrokan telah sepakat berdamai.
Sejumlah kendaraan operasional dan truk pengangkut personel kepolisian dari Korps Brimob berwarna hitam diparkir di bahu jalan. Sejumlah personel kepolisian maupun TNI berseragam juga bersiaga di sekitar deretan truk taktis tersebut. Meski truk Brimob dan TNI masih berjajar di sepanjang Jalan Matraman Dalam, aktivitas warga berangsur normal.
Diketahui, bentrokan itu pecah di kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut penyelidikan awal kepolisian, bentrok bermula dari tindakan dua orang pengendara sepeda motor yang menggeber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk dekat Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam.
Baca Juga :
Kronologi Bentrokan Maut di MatramanTragedi ini berujung pada terbakarnya bangunan serta sejumlah kendaraan di lokasi kejadian. Polisi yang tiba di lokasi berupaya meredam bentrokan, mengevakuasi para korban, dan mengamankan beberapa orang untuk proses pemeriksaan.
Sebanyak dua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu korban berinisial K, 23, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.




