Raksasa keuangan Citadel Securities memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga minggu ini.
IDXChannel - Raksasa keuangan Citadel Securities memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga minggu ini.
Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (28/7/2026), itu akan menjadi sebuah langkah mengejutkan yang memperkuat kredibilitas Ketua The Fed Kevin Warsh dalam memerangi inflasi.
"Kenaikan seperempat poin pada Rabu akan memperkuat janji Warsh untuk memulihkan stabilitas harga, sekaligus menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan tidak lagi bergantung pada pemberian sinyal kebijakan jauh-jauh hari sebelumnya," kata Kepala Strategi Makro Citadel Securities, Frank Flight, dalam sebuah catatan.
Menurut Flight, kenaikan suku bunga pekan ini juga akan menggarisbawahi independensi The Fed. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini kembali menyerukan pemangkasan suku bunga untuk menggenjot ekonomi.
Data interest rate swap mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga sebesar 40 persen pekan ini. Mayoritas trader memperkirakan kenaikan suku bunga pada September.
"Langkah minggu ini akan memiliki dampak yang lebih besar daripada menunggu hingga September karena akan membentuk kembali ekspektasi tentang bagaimana The Fed menanggapi inflasi," kata Flight.
"Selain mendukung kredibilitas bank sentral dalam memerangi inflasi, kenaikan suku bunga yang mengejutkan akan memengaruhi keputusan penetapan harga bisnis dan tuntutan upah pekerja sebelum inflasi semakin mengakar, berpotensi mengurangi jumlah pengetatan yang dibutuhkan di kemudian hari," katanya.
Meskipun data penggajian dan inflasi yang lebih rendah baru-baru ini awalnya mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juli. Menurut Flight, data yang lebih luas menunjukkan bahwa risiko inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja stabil.
Sementara itu, kondisi geopolitik di Timur Tengah tetap bergejolak, dengan harga minyak anjlok awal pekan ini karena AS menghentikan serangan harian terhadap Iran. Terlepas dari meredanya ketegangan baru-baru ini, harga masih naik sekitar 20 persen bulan ini karena Houthi mengancam ekspor Arab Saudi dari Laut Merah.
"Kenaikan harga energi dalam beberapa minggu terakhir dapat mendorong ke arah kenaikan suku bunga," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)





