Berly Martawardaya: Indonesia Perlu Kejar Ketertinggalan Ekonomi agar Tak Disalip Vietnam

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Berly Martawardaya Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pentingnya membangun rasa urgensi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional agar Indonesia tidak semakin tertinggal dari negara-negara tetangga.

Hal tersebut disampaikan Berly dalam forum perdana Millennium Public Pulse 28 yang difasilitasi DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Berly mengatakan Indonesia memiliki sejarah panjang kehilangan momentum untuk menjadi negara maju. Mengacu pada kajian ekonom Anne Booth dalam buku Indonesian Economy: History of Missed Opportunities, ia menilai sejumlah peluang strategis yang pernah dimiliki Indonesia belum mampu dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, saat ini jarak pendapatan per kapita Indonesia dengan Vietnam semakin tipis. Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa Indonesia harus bergerak lebih cepat agar tidak kehilangan daya saing di kawasan.

“Pendapatan per kapita kita 5.390 USD, sementara pendapatan per kapita Vietnam sudah mencapai 5.120 USD. Hanya beda sekitar 270 Dolar AS atau beda sekitar 4 juta rupiah saja. Berarti dalam satu atau dua tahun lagi kita akan tersusul oleh Vietnam. Kita harus memiliki sense of urgency bahwa Indonesia sedang ketinggalan, sehingga kita fokus mengerahkan energi untuk menyusul kembali,” ujar Berly.

Dia menilai bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan sebagai modal untuk memperkuat inovasi, produktivitas, dan daya saing nasional.

Berly mencontohkan bagaimana Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan berhasil mengubah potensi generasi mudanya menjadi kekuatan ekonomi, teknologi, dan budaya yang mendunia.

Menurut Berly, Indonesia juga memiliki peluang besar untuk membangun kekuatan ekonomi kreatif berbasis identitas nasional, termasuk melalui kekayaan budaya dan kuliner Nusantara.

“Indonesia harusnya menjadi wave (gelombang) dunia. Keresahan ini yang perlu dimunculkan agar momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 nanti menjadi motor penggerak bagi kita untuk betul-betul mewujudkan Indonesia Emas 2045, bukan Indonesia Cemas,” pungkasnya. (faz/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Anggota Kelompok Kurdi Tewas dalam Bentrokan Senjata dengan Iran
• 17 jam laludetik.com
thumb
Operasi Bersih-bersih BGN Dimulai, Pecat Ratusan Pegawai hingga Tutup Dapur Bermasalah
• 10 jam lalukompas.com
thumb
20 Orang Terluka Akibat Tribun Ambruk, Bupati Banyumas: Panitia Dimintai Keterangan oleh Polisi
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
GP Al Washliyah Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pihak yang Merugikan Bangsa
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Jeritan Anak dan Seekor Ayam yang Mengalahkan Hukum
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.