Tren Wisata ke Luar Negeri Meningkat, Asuransi Perjalanan Jadi Bagian Perencanaan Liburan

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kesadaran wisatawan Indonesia terhadap perlindungan perjalanan terus meningkat. Asuransi perjalanan yang sebelumnya dianggap hanya sebagai pelengkap atau kebutuhan administrasi visa, kini mulai menjadi bagian dari perencanaan utama sebelum bepergian ke luar negeri.

Perubahan perilaku tersebut terlihat dari meningkatnya pembelian asuransi perjalanan untuk destinasi internasional, khususnya negara-negara kawasan Schengen. Data Oona Insurance Indonesia menunjukkan pembelian asuransi perjalanan ke wilayah tersebut pada semester I 2026 meningkat 107,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:   Transformasi Digital Pangkas Waktu Layanan Nasabah Asuransi hingga 90%

Peningkatan ini mencerminkan perubahan cara wisatawan Indonesia mempersiapkan perjalanan jarak jauh. Mereka mulai memperhitungkan berbagai risiko yang dapat terjadi selama perjalanan, mulai dari kondisi medis darurat, keterlambatan penerbangan, hingga kehilangan bagasi.

Chief Transformation Officer Oona Insurance Indonesia, Kristina Soenarto, mengatakan wisatawan kini semakin memahami pentingnya perlindungan perjalanan sebelum keberangkatan.

"Perlindungan perjalanan tidak lagi dipandang hanya sebagai persyaratan administrasi untuk pengajuan visa atau dibeli menjelang keberangkatan. Wisatawan semakin memperhatikan seluruh rangkaian perjalanan dan mulai mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi," ujar Kristina.

Berdasarkan data perusahaan, wisatawan Indonesia rata-rata membeli asuransi perjalanan sekitar 45 hari sebelum keberangkatan. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan perjalanan mulai masuk dalam tahap awal perencanaan liburan.

Tren tersebut juga terlihat dari perubahan pola perjalanan keluarga. Meski wisatawan individu masih menjadi kelompok terbesar dengan hampir 88 persen pembelian asuransi perjalanan ke negara Schengen, segmen keluarga mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan kenaikan 130,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perjalanan keluarga ke destinasi jauh umumnya memiliki durasi lebih panjang dan melibatkan lebih banyak aktivitas maupun transit. Kondisi tersebut membuat wisatawan semakin mempertimbangkan perlindungan finansial untuk mengurangi risiko selama perjalanan.

Sementara itu, kawasan Asia masih menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, perjalanan ke destinasi dengan jarak lebih jauh dan tingkat kompleksitas lebih tinggi mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap asuransi perjalanan.

Selain meningkatnya kesadaran risiko, kemudahan akses digital juga ikut mendorong pertumbuhan pasar asuransi perjalanan. Saat ini wisatawan dapat membeli perlindungan secara langsung melalui berbagai platform digital saat memesan tiket, mengatur perjalanan, maupun mengurus dokumen keberangkatan.

Dengan semakin berkembangnya mobilitas internasional, asuransi perjalanan diperkirakan akan menjadi bagian yang semakin penting dalam gaya hidup wisatawan Indonesia, bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bentuk persiapan menghadapi risiko selama bepergian.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Bogor Siap Wujudkan Birokrasi Profesional dan Transparan
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Perluas Akses Pendidikan Profesi Guru, Direktorat PPG Revitalisasi 172 LPTK
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
3 Shio Ini Diprediksi Makin Makmur, Keuangan Meningkat dan Karier Melesat dalam Waktu Dekat
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Motif Pria di Konawe Tikam Polisi saat Perselisihan Warga, Marah Dimediasi dan Pilih Baku Hantam
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Cerita Dokter Spesialis di Daerah 3T: Gaji Rp 3,9 Juta, Dibayar Tak Menentu
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.