HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA — Pelaksanaan Beautiful Malino 2026 terancam batal digelar. Hingga akhir Juli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan event wisata andalannya itu lantaran skema baru yang menyerahkan penyelenggaraan sepenuhnya kepada pihak swasta masih terkendala kesiapan event organizer (EO).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, Ary Mahdi Aspari, mengungkapkan, hingga kini calon EO belum mengajukan proposal penyelenggaraan.
Padahal, dokumen tersebut menjadi salah satu syarat penting sebelum pelaksanaan event dapat diputuskan.
“Proposal dari pihak EO itu belum masuk. Di bulan Juni seharusnya sudah masuk. Kementerian juga mempertanyakan kenapa sampai hari ini belum ada proposal. Jadi kita masih menunggu semuanya, termasuk kesiapan dari pihak EO untuk melaksanakan event itu sendiri,” ujar Ary.
Menurut dia, kesiapan EO bukan satu-satunya pertimbangan. Pemerintah juga masih mencermati kesiapan infrastruktur menuju Malino, aspek pengamanan, hingga dampak kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan setiap penyelenggaraan Beautiful Malino.
Ary mengatakan, perubahan konsep penyelenggaraan tahun ini dengan meniadakan anggaran dan sepenuhnya diserahkan ke EO dilakukan agar Beautiful Malino tidak lagi bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemkab Gowa ingin menguji model penyelenggaraan yang sepenuhnya dikelola swasta, namun tetap mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Bagaimana caranya event itu bisa meningkatkan PAD tanpa menggunakan anggaran daerah. Itu yang mau dicoba,” katanya.
Dengan skema tersebut, pemerintah tidak lagi menjadi penyandang anggaran utama, melainkan berperan melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan event agar tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ia menilai konsep tersebut justru membuka peluang peningkatan pendapatan daerah melalui aktivitas ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan Beautiful Malino, mulai dari sektor perhotelan, restoran, UMKM hingga objek wisata.
“Tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah, tetapi bisa meningkatkan UMKM, pelaku usaha, resto, perhotelan, itu kan juga meningkatkan PAD. Yang kita kejar itu dampak ekonominya,” jelasnya.
Meski demikian, Ary menegaskan keputusan apakah Beautiful Malino tetap digelar tahun ini masih menunggu arahan pimpinan daerah.
Jika diputuskan tetap berlangsung, proses penunjukan EO dan pengajuan proposal harus kembali dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kita tunggu pimpinan kami, Bupati dan Wakil Bupati. Insyaallah kalau memang tahun ini tetap berjalan, tentu semua prosesnya harus dibicarakan dan dipersiapkan dengan baik,” tutupnya. (an)





