Tak Ada Sinyal dan Mabuk Darat, Perjuangan Belajar Siswa SD Filial di Berau

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 50 murid SDN 001 Birang Filial di perbatasan Kalimantan Timur-Kalimantan Utara mesti berjuang hanya untuk menuntut ilmu. Tanpa gedung sekolah dan jaringan internet, mereka bahkan sempat belajar di bawah tenda darurat hingga mabuk perjalanan ke sekolah induk.

Rasa mual dan pusing dirasakan sejumlah siswa sekolah dasar saat sampai di halaman SDN 001 Birang, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Senin (27/7/2026) pagi. Setelah menempuh perjalanan sejauh 50 kilometer selama satu jam menggunakan bus, mereka tak sepenuhnya dalam kondisi prima untuk menyerap pelajaran.

"Karena jaraknya jauh dan baru pertama kali naik bus ke sekolah induk, anak-anak ada yang pusing, mual, muntah, dan kelelahan," ujar Fadly (44), salah satu orang tua siswa, melalui telepon, Selasa (28/7/2026).

Hari itu adalah uji coba pertama sekaligus terakhir bagi 50 murid SDN 001 Birang Filial (kelas jauh) belajar di sekolah induk. Melihat kondisi anak-anak yang tak siap belajar karena jauhnya perjalanan, musyawarah darurat digelar antara orang tua, pihak sekolah, dan Dinas Pendidikan Berau. 

Hasilnya, kata Fadly, mereka sepakat siswa belajar di rumah. Tiga guru akan rutin menyambangi siswa untuk proses belajar tanpa mesti berangkat ke sekolah induk.

Menumpang rumah dan tenda

Kisah pahit ini hanya babak baru dari panjangnya perjuangan warga di tepian Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Pemukiman mereka berada di sekitar Jalan Poros Berau-Bulungan KM 43, wilayah perbatasan antara Kaltim dan Kaltara.

Sebelum tahun 2023, meski berstatus warga Berau (Kaltim), para orang tua terpaksa menyekolahkan anak-anak mereka ke provinsi tetangga di Kabupaten Bulungan (Kaltara). Setiap bulan, mereka harus merogoh kocek hingga Rp 500.000 hanya untuk membayar mobil antar-jemput sekolah.

Biaya tersebut memberatkan orangtua siswa. Mereka kemudian meminta agar Pemkab Berau menyediakan sekolah di sekitar pemukiman warga.

Lantaran Pemkab Berau belum memiliki lahan untuk pembangunan fisik, solusi sementara diambil pada akhir 2023. Anak-anak tersebut didaftarkan ke SDN 001 Birang sebagai kelas filial (sekolah jarak jauh).

Seorang warga meminjamkan rumahnya secara cuma-cuma sebagai tempat belajar-mengajar sementara. Sebanyak 50 murid dari kelas satu sampai kelas enam didampingi 3 orang guru belajar di sana.

Persoalan muncul pada Juli 2026. Bangunan yang selama ini digunakan siswa belajar akan digunakan oleh pemilik. Lantaran tak ada bangunan lain yang tersedia dan pemerintah belum membangun sekolah, warga dan orangtua siswa bergotong royong mendirikan tenda darurat beratap terpal. 

Di bawah naungan terpal seadanya itulah, selama dua hari pada 23-24 Juli 2026, anak-anak sempat belajar sementara. Uji coba mengangkut siswa dengan bus pada Senin lalu sejatinya diproyeksikan sebagai jalan keluar agar siswa tak lagi belajar di tenda darurat.

Tanpa internet

Namun, jauhnya perjalanan dari rumah siswa ke sekolah induk ternyata mengganggu kondisi fisik anak-anak. Kepala SDN 001 Birang, Maimunah, mengatakan, orangtua, pihak sekolah, dan Pemkab Berau sepakat anak-anak melakukan belajar di rumah mulai 28 Juli 2026.

“Ada satu guru yang rumahnya di sana (Kelurahan Gunung Tabur) yang mendampingi anak-anak di sana. Dua orang guru lainnya akan membantu,” kata Maimunah saat dihubungi.

Anak-anak akan berkumpul di rumah guru tersebut. Lantaran ruangan terbatas, guru membagi jam belajar untuk siswa kelas satu sampai kelas enam. Sebagian ada yang menerima tugas kemudian mengerjakan di rumah masing-masing.

Hal itu dilakukan karena tempat tinggal siswa tak terjangkau akses internet, menyulitkan komunikasi guru dan orangtua siswa. Untuk kebutuhan listrik saja, sebagian warga harus membeli satu paket panel surya dan aki berdaya 50 Watt Rp 1,9 juta. 

“Proses belajar di rumah ini kami proyeksikan berjalan dua minggu ke depan sambil menunggu bangunan sementara untuk sekolah anak-anak selesai dibangun,” ujar Maimunah.

Ia mengatakan, sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Berau, kepala dinas, dan beberapa pihak lain akan menyumbang sejumlah material untuk bangunan sekolah sementara bagi sekolah filial ini. Sumbangan ini, kata Maimunah, merupakan inisiatif pribadi masing-masing. Menurut rencana, bangunan sementara ini berdinding kayu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau Mardiatul Idalisah mengatakan, kawasan pemukiman siswa berada di sekitar lahan KBK (kawasan budidaya kehutanan) yang dikelola sebuah perusahaan. Pihak perusahaan telah berkomunikasi untuk meminjamkan sebagian lahan untuk dipakai sebagai bangunan sekolah filial sementara.

”Pembangunan (sekolah permanen) belum bisa dilaksanakan karena status legalitas lahan KBK,” katanya.

Baca JugaSekolah Beratap Terpal, Beralas Tanah di Perbatasan Berau
Baca JugaSusahnya Siswa-siswa di Pelosok Kaltim Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh
Baca JugaBertaruh Nyawa di Atas Sampan demi Sekolah

Pihaknya masih menjalin komunikasi kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, agar persoalan lahan ini bisa ada solusi jangka panjang. Sebab, izin KBK tersebut dikeluarkan pemerintah pusat. Sebagai orangtua siswa dan warga setempat, Fadly berharap pemerintah pusat bisa membantu persoalan ini agar fasilitas publik di sana bisa terpenuhi.

Selain sekolah, kata dia, warga di sana juga minim fasilitas layanan kesehatan. Puskesmas pembantu hanya ada di kelurahan tetangga yang berjarak sekitar 12 km. Itu pun tak ada tenaga medis yang bertugas.

“Harapan kami ada upaya pemerintah pusat untuk melepaskan lahan KBK untuk fasilitas umum, terutama sekolah,” kata Fadly.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Jakarta Berawan, Medan Hujan Ringan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Andi Deraya, Pengusaha Sukses Asal Bone
• 1 jam laluharianfajar
thumb
IMAX Dedikasikan Mayoritas Layar di China Demi ‘The Odyssey’, Optimistis Bakal Laris Manis
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Teganya Ibu di Bogor Buang Bayi Sendiri Usai Disimpan 5 Hari
• 12 jam laludetik.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 16 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.