Bank Besar Bobol, Identitas Nasabah Sampai Data Kredit Terungkap

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Anushree Fadnavis

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank milik pemerintah India, Bank of Baroda (BOB), mengalami kebocoran data besar setelah informasi nasabah dan dokumen internal perusahaan dilaporkan beredar di dark web. Insiden ini memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan siber di sektor perbankan yang menyimpan data jutaan pelanggan.

Mengutip Reuters, menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut serta peneliti keamanan siber, data nasabah Bank of Baroda beserta dokumen internal telah bocor ke dark web.

Menanggapi insiden tersebut, Bank of Baroda menyatakan telah memulai investigasi forensik digital dan bekerja sama dengan otoritas terkait setelah menerapkan langkah-langkah awal untuk membatasi dampak kebocoran.


Bank menjelaskan bahwa insiden bermula dari akun email salah satu karyawan yang berhasil diretas. Peretasan tersebut menyebabkan akses tanpa izin terhadap sejumlah data.

Pilihan Redaksi
  • Petaka Baru Hantam Bank-Bank, Pemerintah Kasih Waktu 4 Bulan
  • Pemerintah Kasih Peringatan ke Bank-Bank, Bersiap Hadapi Petaka

Meski demikian, Bank of Baroda menegaskan sistem inti perbankannya tidak ikut terdampak.

"Sistem core banking bank tidak diakses dan tetap aman," demikian pernyataan Bank of Baroda, dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2026).

Peneliti keamanan siber sekaligus pendiri Cashless Consumer, Srikanth L., mengatakan data yang bocor mencakup informasi pribadi nasabah, dokumen identitas, dokumen pinjaman, hingga catatan audit internal bank.

Hingga kini belum diketahui secara pasti berapa jumlah nasabah yang terdampak dalam kebocoran tersebut.

Sementara itu, Bank Sentral India (Reserve Bank of India) dan regulator keamanan siber India, CERT-In, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.

Kebocoran ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman keamanan siber yang dihadapi perusahaan-perusahaan besar dan lembaga keuangan yang menyimpan data pelanggan serta bisnis dalam jumlah sangat besar.

Menurut Srikanth, data tersebut mulai muncul di sebuah situs dark web pada Sabtu malam. Berdasarkan analisis metadata situs tersebut, pelaku mengiklankan data hasil curian dengan ukuran lebih dari 700 gigabyte (GB).

Insiden Bank of Baroda juga menambah daftar panjang serangan siber yang menimpa perusahaan besar di India. Pada Juni lalu, serangan siber terhadap pemasok Apple, Tata Electronics, menyebabkan dokumen desain komponen dan spesifikasi yang terkait dengan Apple dan Tesla bocor ke dark web.

Awal bulan ini, kelompok ransomware World Leaks juga mengunggah sejumlah berkas di dark web yang berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di India.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Inovasi Teknologi Fortinet Manfaatkan AI Untuk Keamanan Siber

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengusaha Depot Air Minum Mohon Simak, Kemendag Larang Lakukan Ini
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Zinedine Zidane Resmi Jadi Pelatih Prancis, Target Juara Euro 2028
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jadi Instrumen Penting Berantas Kejahatan dengan “Follow the Money”
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemensos dan Jarnas Anti TPPO Teken MoU untuk Perkuat Penanganan Korban Perdagangan Orang
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Timnas Indonesia dan Hong Kong Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup September-Oktober 2026, Diikuti Negara ASEAN dan Non Asia Tenggara
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.