Jumhur Ingin Kekayaan Hayati Indonesia Harus Dinikmati Bangsa Sendiri Menuju Ekonomi Hijau

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tidak boleh hanya menjadi potensi yang dimanfaatkan pihak asing.

Menurutnya, Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis biodiversitas agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh bangsa sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur saat membuka Biodiversity+Business Forum di Jakarta, Selasa 28 Juli 2026, yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga keuangan, akademisi, startup, dan organisasi masyarakat sipil untuk membangun kolaborasi dalam pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Kebakaran TPA Jatiwaringin, Jumhur Hidayat Titip Pesan ke Bupati dan Wali Kota

Jumhur menyatakan jika Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati.

Menurutnya, kekayaan biodiversitas yang dimiliki Indonesia harus mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat, bukan hanya menjadi potensi yang dimanfaatkan oleh pihak lain.

"Kita ingin orang Indonesia menjadi pelaku utama dalam ekonomi hijau yang sedang tumbuh ini. Jangan sampai kekayaan keanekaragaman hayati yang kita miliki justru ditentukan oleh pihak lain. Indonesia harus menjadi pemimpin dalam  pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati," tegasnya, Selasa, 28 Juli 2026.

BACA JUGA:Prabowo Guyon ke Jumhur Hidayat Saat Resmikan Museum Marsinah: Kapan Terakhir di Penjara?

Ia menyebut, langkah ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Komitmen Indonesia terhadap Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF), pemerintah terus mendorong keterlibatan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus menciptakan nilai ekonomi. 

Ia mengajak perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mulai membangun kapasitas dalam memahami isu perubahan iklim, keanekaragaman hayati, instrumen ekonomi lingkungan agar mampu mengambil peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi hijau global.

BACA JUGA:Rocky Gerung Ungkap Alasan Ikut Jumhur ke Istana, Singgung Background Mantan Napi

Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah terus menyiapkan berbagai instrumen pendanaan keanekaragaman hayati untuk memperluas keterlibatan sektor swasta dalam perlindungan dan pemulihan ekosistem. 

Salah satu mekanisme yang tengah dikembangkan adalah Biodiversity Credit sebagai instrumen pembiayaan yang mendukung investasi berbasis alam dengan tata kelola yang berintegritas, adil, dan akuntabel.

Pengembangan Biodiversity Credit menjadi salah satu implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045, yang diarahkan untuk memperkuat sistem pembiayaan konservasi melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI dan INKA Lanjutkan Kontrak Lama, Investasi Pengadaan Kereta Tembus Rp 14,68 Triliun
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Betapa Takutnya Media Vietnam Lihat Kualitas Mitchell Baker, Wonderkid Timnas Indonesia Jadi Ancaman Serius The Golden Star
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Pembentukan URI Tak Dibahas di DPR, Sekjen PDIP Ungkit Kajian Kebijakan Pemerintah
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Usut Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Kejagung Periksa 7 Saksi
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Krom Bank Luncurkan Kromovement, Gerakan CSR Berkelanjutan untuk Indonesia
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.