Magelang (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakarjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional sekaligus penyedia lapangan kerja yang semakin strategis.
Wamenaker saat membuka kegiatan Job Fair 2026 di Magelang, Selasa, menyampaikan generasi muda diimbau untuk tidak hanya berorientasi bekerja di perusahaan besar, tetapi juga memanfaatkan peluang karier yang ditawarkan sektor UMKM.
Ia mengatakan, selama ini UMKM kerap dipandang sebagai pilihan kedua ketika seseorang belum berhasil memperoleh pekerjaan di perusahaan besar. Padahal, UMKM merupakan tempat kerja yang mampu membentuk sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan.
"Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam dunia ketenagakerjaan, saya ingin menyampaikan bahwa saat ini ada sebuah raksasa ekonomi yang tumbuh subur di sekitar kita, tetapi sering kali dipandang sebelah mata. Raksasa itu adalah UMKM," katanya.
Ia mengatakan, UMKM bukan lagi sekadar alternatif, melainkan tempat bekerja yang sesungguhnya, tempat seseorang dapat membangun karier dengan cara yang luar biasa.
Menurut dia, bekerja di sektor UMKM mendorong tenaga kerja untuk lebih kreatif dan adaptif di tengah berbagai keterbatasan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia.
Ia menyampaikan, masa depan perekonomian Indonesia tidak hanya bertumpu pada sejumlah perusahaan besar, tetapi juga pada jutaan UMKM yang bergerak lincah di berbagai daerah dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda, ia berpesan agar tidak berkecil hati apabila belum memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan besar.
"Jika hari ini pintu perusahaan-perusahaan besar belum terbuka, jangan menganggap diri gagal. Teruslah meningkatkan kualitas diri karena kesempatan akan selalu hadir bagi mereka yang terus berusaha," katanya.
Wamenaker saat membuka kegiatan Job Fair 2026 di Magelang, Selasa, menyampaikan generasi muda diimbau untuk tidak hanya berorientasi bekerja di perusahaan besar, tetapi juga memanfaatkan peluang karier yang ditawarkan sektor UMKM.
Ia mengatakan, selama ini UMKM kerap dipandang sebagai pilihan kedua ketika seseorang belum berhasil memperoleh pekerjaan di perusahaan besar. Padahal, UMKM merupakan tempat kerja yang mampu membentuk sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan.
"Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam dunia ketenagakerjaan, saya ingin menyampaikan bahwa saat ini ada sebuah raksasa ekonomi yang tumbuh subur di sekitar kita, tetapi sering kali dipandang sebelah mata. Raksasa itu adalah UMKM," katanya.
Ia mengatakan, UMKM bukan lagi sekadar alternatif, melainkan tempat bekerja yang sesungguhnya, tempat seseorang dapat membangun karier dengan cara yang luar biasa.
Menurut dia, bekerja di sektor UMKM mendorong tenaga kerja untuk lebih kreatif dan adaptif di tengah berbagai keterbatasan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia.
Ia menyampaikan, masa depan perekonomian Indonesia tidak hanya bertumpu pada sejumlah perusahaan besar, tetapi juga pada jutaan UMKM yang bergerak lincah di berbagai daerah dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda, ia berpesan agar tidak berkecil hati apabila belum memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan besar.
"Jika hari ini pintu perusahaan-perusahaan besar belum terbuka, jangan menganggap diri gagal. Teruslah meningkatkan kualitas diri karena kesempatan akan selalu hadir bagi mereka yang terus berusaha," katanya.





