Timnas Taklukkan Kamboja 5-1, Peluang Juara Piala AFF 2026 di Depan Mata

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tim Nasional Indonesia memulai langkah di ASEAN Championship (Piala AFF) 2026 dengan hasil gemilang. Kemenangan telak 5-1 atas Kamboja menjadi modal berharga bagi Skuad Garuda untuk mengakhiri dahaga gelar juara selama puluhan tahun.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengapresiasi kerja keras pemain dan tim pelatih. Ia menyebut modal tiga poin ini sangat krusial sebelum menghadapi lawan-lawan berikutnya di Grup A, yakni Timor Leste, Vietnam, dan Singapura.

Debut Manis Mitchell Baker

Bintang dalam laga perdana tersebut tak lain adalah striker muda, Mitchell Baker. Melakoni debutnya, Baker langsung mencetak hattrick. Sumardji memuji ketajaman Baker yang dianggap memiliki kemampuan lengkap, baik dalam duel udara maupun penyelesaian akhir di kotak penalti.

“Sesuatu yang cukup menggembirakan dikarenakan Baker ini adalah debut pertamanya di Timnas Indonesia. Dan dengan dia bisa hattrick tentu itu bisa memompa semangatnya untuk bisa berbuat lebih baik lagi dan berlatih lebih baik lagi," ujar Sumardji dalam wawancara di Metro Hari Ini Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Terkesan Debut Mitchell Baker Cetak Hattrick, John Herdman Tak Lupakan Kontribusi PSSI



Kabar Marselino Ferdinan

Di tengah euforia kemenangan, kabar kurang sedap datang dari pemain andalan Marselino Ferdinan. Pemain yang akrab disapa Lino ini absen di laga pembuka karena cedera. Berdasarkan hasil observasi dan MRI, Sumardji mengonfirmasi bahwa Marselino belum bisa diturunkan dalam waktu dekat.

"Sepertinya Lino ini butuh observasi yang cukup panjang karena kan cedera. Tim dokter akan mengevaluasi kembali terutama kaitannya dengan hasil MRI itu seperti apa. Itu kan membutuhkan waktu untuk bisa sesegera memulihkan cedera itu. Kembali lagi berkaitan dengan Lino kalau ditanya dalam waktu dekat belum,” ungkap Sumardji.

Waspadai Taktik 'Kotor' Vietnam

Ujian sesungguhnya diprediksi terjadi pada laga kontra Vietnam, Senin, 3 Agustus 2026 mendatang. Sumardji menyebut pertandingan tersebut layaknya "final kepagian". Selain aspek teknis, aspek mental menjadi fokus utama karena gaya permainan Vietnam yang kerap provokatif.

"Karena sepanjang saya mendampingi Timnas, lawan Vietnam ini banyak cara yang dilakukan. Baik cara baik, cara kotor, ya banyak kotornyalah kalau saya ngomong berbagai macam cara itu dilakukan. Menghadapi Vietnam, yang terpenting adalah bagaimana bisa meredam emosi para pemain,” tegas Sumardji.

PSSI berharap dukungan penuh dari suporter saat laga kandang melawan Vietnam nanti dapat memberikan shock therapy bagi lawan. Target besar tahun ini tetap sama, membawa pulang trofi ASEAN Championship ke Tanah Air.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soroti Kasus Satpam Tewas dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur, Dedi Mulyadi Kaget Minimnya CCTV: Itu Daerah Vital!
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Hakim Putuskan Penetapan Tersangka Tak Sah, Raudi Akmal Dinyatakan Bebas
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Diplomasi Pertahanan Jembatan Perdagangan
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Puan: Grand Design Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah Diperlukan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemensos dan BNPT Perkuat Deradikalisasi, Gus Ipul: Rehabilitasi hingga Kembali ke Masyarakat
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.