Hanoi, VIVA – Atlet-atlet muda Indonesia kembali menunjukkan kualitasnya di kancah internasional. Kontingen Perwakilan Aqua Cup Indonesia sukses mendominasi Haier-Aqua SEA Badminton Final 2026 yang digelar di Vietnam dengan membawa pulang tiga gelar juara dari empat nomor yang dipertandingkan.
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Indonesia menjadi kontingen paling sukses pada turnamen bulu tangkis tingkat Asia Tenggara tersebut. Penampilan para wakil Merah Putih mendapat apresiasi karena mampu tampil konsisten meski harus menghadapi persaingan ketat dari negara-negara lain di kawasan.
Tiga gelar juara diraih Indonesia melalui nomor tunggal putra yang dipersembahkan Aditia Arif Saputra. Dominasi kemudian berlanjut di sektor ganda putri lewat pasangan Ketut Gyanendra Santy Parta dan I Gusti Ayu Sri Pradnyandari.
Sementara itu, gelar ketiga disumbangkan pasangan Kana Luthfan Naufal dan Emanuel Randhy Febryto dari nomor ganda putra. Indonesia sebenarnya berpeluang menyapu bersih seluruh nomor, namun pasangan Zalfa Nazhira Hidayat dan I Putu Satya Wiweka Adnyana harus puas finis sebagai runner-up di sektor ganda campuran.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti potensi besar regenerasi bulu tangkis Indonesia. Bertanding di hadapan publik tuan rumah Vietnam, para atlet muda Indonesia mampu menunjukkan permainan disiplin, mental bertanding yang kuat, serta konsistensi hingga partai final.
President Director Aqua Elektronik Indonesia, Yan Xuhong, mengaku bangga atas pencapaian para atlet Indonesia. Menurutnya, hasil di Vietnam membuktikan bahwa pembinaan atlet usia muda mampu melahirkan pemain-pemain yang siap bersaing di level internasional.
"Kami sangat bangga atas perjuangan dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh atlet Perwakilan Aqua Cup Indonesia. Keberhasilan menyapu tiga gelar juara menjadi bukti nyata bahwa talenta-talenta muda dari berbagai daerah memiliki potensi luar biasa," ujarnya, dikutip Selasa 28 Juli 2026.
Setelah sukses di Vietnam, rangkaian Aqua Cup 2026 masih akan berlanjut di Indonesia. Solo menjadi kota terakhir yang akan menggelar turnamen tersebut, sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet-atlet muda lainnya untuk menunjukkan kemampuan dan membuka peluang tampil di level internasasional pada masa mendatang.





