Tangerang: PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), anggota Garuda Indonesia Group, bersiap melaksanakan kuasi reorganisasi setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Langkah tersebut dilakukan melalui penghapusan saldo laba negatif (defisit) sebesar USD512,9 juta atau sekitar Rp9,27 triliun.
Persetujuan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya.
Kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi untuk menata kembali struktur ekuitas perseroan melalui penghapusan saldo laba negatif (retained earnings deficit) yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu. Pelaksanaannya tidak melibatkan tambahan modal dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, serta tidak menimbulkan dilusi bagi para pemegang saham.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan kuasi reorganisasi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi keuangan perseroan setelah mencatatkan pemulihan kinerja secara berkelanjutan.
"Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir," ujar Andi dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Andi, langkah tersebut diharapkan meningkatkan fleksibilitas keuangan perseroan guna mendukung ekspansi usaha dan pertumbuhan jangka panjang.
Baca Juga :
Danantara Ungkap Rencana Pelita Masuk Garuda, Ini TujuannyaBerdasarkan Laporan Keuangan Auditan Perseroan per 31 Januari 2026, saldo laba negatif GMFI tercatat sebesar USD512,9 juta. Penghapusan defisit akan dilakukan melalui penggunaan agio saham senilai USD299,6 juta, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar USD1,1 juta, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham beredar sebesar USD212,2 juta.
Perseroan juga menyatakan pelaksanaan kuasi reorganisasi telah memenuhi persyaratan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha. GMFI membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.
Sepanjang 2023 hingga 2025, GMFI mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten. Pendapatan meningkat dari USD373,21 juta pada 2023 menjadi USD491,88 juta pada 2025 atau tumbuh 31,8 persen.
Dalam periode yang sama, laba operasional naik 118,7 persen menjadi USD60,57 juta, sedangkan laba bersih meningkat 68,4 persen menjadi USD33,97 juta. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2026 dengan laba berjalan mencapai USD6,76 juta.
Andi menilai kuasi reorganisasi akan menjadi pijakan penting untuk mempercepat berbagai inisiatif pertumbuhan perusahaan. "Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan," jelas dia.
(Ilustrasi jasa perawatan pesawat terbang. Foto: dok Metrotvnews.com)
Fokus ekspansi dan transformasi bisnis
Ke depan, GMFI akan memprioritaskan peningkatan kualitas layanan dan produktivitas operasional, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kapabilitas teknologi, serta transformasi digital.
Selain itu, perseroan juga akan memperluas bisnis melalui peningkatan kapasitas hanggar, penguatan segmen Defense & Government dan Industrial Solutions, serta pengembangan lini bisnis aerostructure manufacturing. Langkah tersebut diharapkan memperluas pangsa pasar, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kemitraan strategis di tingkat nasional maupun global.
Kuasi reorganisasi juga diharapkan meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk mendukung pengembangan kapasitas usaha serta membuka peluang pembagian dividen pada masa mendatang sesuai kondisi keuangan, kinerja perseroan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Adapun setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, GMFI akan melanjutkan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk masa pemberitahuan kepada kreditur selama 60 hari. Apabila tidak terdapat keberatan dari kreditur, perseroan akan mengajukan persetujuan kepada Kementerian Hukum sebelum kuasi reorganisasi efektif dilaksanakan.
"Kuasi reorganisasi menjadi fondasi penting bagi transformasi GMFI menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan fundamental operasional yang semakin kokoh dan arah bisnis yang semakin jelas, kami optimistis dapat terus mengukuhkan posisi GMFI sebagai penyedia solusi MRO terintegrasi yang berdaya saing global," tutup Andi.




