Jakarta (ANTARA) - Para menteri luar negeri (menlu) negara-negara ASEAN menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan ancaman yang semakin besar dari tindak kejahatan penipuan daring (online scam) lintas perbatasan.
Mereka juga menyerukan adanya kerja sama regional yang lebih kuat, demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn pada Selasa (28/7).
Dalam pidatonya di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kao mengatakan para menlu telah mengadakan pembahasan terbuka mengenai persaingan geopolitik, keamanan regional dan perkembangan situasi di Timur Tengah dalam pertemuan tahunan mereka di Manila.
Para menlu itu juga mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan dialog, menyampaikan keprihatinan atas situasi kemanusiaan di Gaza, serta menegaskan kembali perlunya melindungi warga sipil sesuai dengan hukum internasional.
Kao menambahkan para menlu juga sepakat memperkuat koordinasi melalui mekanisme keamanan yang dipimpin ASEAN guna memitigasi dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap Asia Tenggara, khususnya terhadap ketahanan energi dan pangan, rantai pasokan, serta keselamatan warga negara ASEAN di kawasan itu.
Para menlu itu juga mengidentifikasi penipuan daring dan kejahatan terorganisir lintas perbatasan sebagai tantangan regional yang mendesak. Mereka memperingatkan jaringan kriminal yang semakin canggih telah mendorong maraknya perdagangan manusia, pencucian uang dan penyalahgunaan teknologi digital lintas perbatasan.
"Ini merupakan masalah yang saat ini memengaruhi kita semua, dan ada kebutuhan untuk memperkuat kerja sama regional, baik di dalam ASEAN maupun antara ASEAN dan mitra-mitra eksternalnya," ujar Kao.
Mereka juga menyerukan adanya kerja sama regional yang lebih kuat, demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn pada Selasa (28/7).
Dalam pidatonya di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kao mengatakan para menlu telah mengadakan pembahasan terbuka mengenai persaingan geopolitik, keamanan regional dan perkembangan situasi di Timur Tengah dalam pertemuan tahunan mereka di Manila.
Para menlu itu juga mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan dialog, menyampaikan keprihatinan atas situasi kemanusiaan di Gaza, serta menegaskan kembali perlunya melindungi warga sipil sesuai dengan hukum internasional.
Kao menambahkan para menlu juga sepakat memperkuat koordinasi melalui mekanisme keamanan yang dipimpin ASEAN guna memitigasi dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap Asia Tenggara, khususnya terhadap ketahanan energi dan pangan, rantai pasokan, serta keselamatan warga negara ASEAN di kawasan itu.
Para menlu itu juga mengidentifikasi penipuan daring dan kejahatan terorganisir lintas perbatasan sebagai tantangan regional yang mendesak. Mereka memperingatkan jaringan kriminal yang semakin canggih telah mendorong maraknya perdagangan manusia, pencucian uang dan penyalahgunaan teknologi digital lintas perbatasan.
"Ini merupakan masalah yang saat ini memengaruhi kita semua, dan ada kebutuhan untuk memperkuat kerja sama regional, baik di dalam ASEAN maupun antara ASEAN dan mitra-mitra eksternalnya," ujar Kao.





