Harga minyak dunia turun sekitar 5 persen ke level terendah dalam dua pekan pada Selasa (28/7/2026).
IDXChannel – Harga minyak dunia turun sekitar 5 persen ke level terendah dalam dua pekan pada Selasa (28/7/2026).
Penurunan dipicu harapan bahwa jeda pertempuran antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat membuka jalan bagi perundingan untuk mengakhiri perang, meski pelaku pasar tetap berhati-hati karena penghentian konflik sebelumnya hanya bersifat sementara.
Kontrak berjangka Brent turun tajam 4,8 persen dan ditutup di USD84,09 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 4,1 persen menjadi USD79,26 per barel.
Setelah tergelincir sekitar 16 persen dalam tiga hari terakhir, Brent ditutup pada level terendah sejak 13 Juli, sedangkan WTI berada di level terendah sejak 16 Juli.
Meski kedua pihak telah menghentikan serangan terhadap satu sama lain, keduanya masih jauh dari penyelesaian atas perbedaan yang memicu penutupan efektif Selat Hormuz.
Sebelum perang pecah, jalur tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Iran membantah tengah berupaya melanjutkan perundingan dengan AS, bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut ‘pembicaraan yang baik’ sedang berlangsung.
Trump telah beberapa kali menyampaikan pernyataan serupa disertai ancaman untuk kembali melancarkan serangan, namun Iran tetap mempertahankan sikapnya.
Menurut sumber dari kawasan Teluk dan seorang diplomat Barat kepada Reuters, Oman telah mengajukan rencana yang didukung negara-negara Teluk untuk mengelola Selat Hormuz, termasuk memungut biaya sukarela bagi kapal yang melintas.
Rencana tersebut dimaksudkan sebagai dasar untuk mengakhiri gangguan perdagangan di selat itu akibat perang.
Namun, Iran menolak usulan Oman tersebut dan mengajukan pengaturan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Berdasarkan skema itu, satu arah jalur pelayaran akan melewati perairan Iran, sementara sebagian jalur berlawanan juga berada di wilayah perairan Iran, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi kepada televisi pemerintah pada Selasa.
"Pasar memahami situasi ini masih kacau dan harga diperdagangkan lebih rendah karena kedua pihak yang bertikai (AS dan Iran) tidak saling menyerang dalam beberapa hari terakhir," ujar Direktur Kontrak Berjangka Energi Mizuho, Bob Yawger.
Dia juga menyoroti masih minimnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz serta berlanjutnya aksi penembakan di Laut Merah oleh kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. (Aldo Fernando)





