Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah ke level terendah dalam satu pekan pada Selasa (28/7/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas dunia melemah ke level terendah dalam satu pekan pada Selasa (28/7/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Investor tengah menantikan keputusan suku bunga serta pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh terkait arah kebijakan moneter.

Baca Juga:
Bobot Indonesia di MSCI Mulai Stabil, November Jadi Penentu

Harga emas spot turun 1,17 persen menjadi USD4.028,67 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 21 Juli pada sesi perdagangan tersebut.

Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

Baca Juga:
IHSG Berpotensi Uji Level 6.100, Pelemahan Rupiah Jelang Rapat The Fed Jadi Sentimen Negatif

"Lonjakan harga energi masih menjadi kekhawatiran inflasi bagi para pejabat The Fed. Sikap hawkish yang diperkirakan dari The Fed telah mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga dan menguatkan dolar AS, sehingga menekan pasar emas," ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, dikutip Reuters.

Harga emas telah turun sekitar 24 persen sejak perang antara AS-Israel dan Iran pecah pada akhir Februari. Pelemahan tersebut dipicu ekspektasi bahwa inflasi akibat perang dapat membuat suku bunga bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Baca Juga:
Timah (TINS) Raih Laba Bersih Rp2,71 Triliun di Semester I-2026

Meski emas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang, kenaikan suku bunga umumnya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed serta pernyataan Kevin Warsh yang dijadwalkan pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Berdasarkan FedWatch, pelaku pasar melihat peluang sebesar 71 persen bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, serta peluang 75 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan September.

Selain itu, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Juni yang akan dirilis pada Kamis juga diperkirakan menjadi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Di sisi lain, Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir tahun sebesar USD300 menjadi USD4.500 per troy ons.

Bank tersebut menilai tanpa perubahan ekspektasi suku bunga, arus masuk investor ke ETF emas maupun pemulihan harga emas sulit terjadi secara berkelanjutan.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan Washington tengah melakukan ‘pembicaraan yang baik’ dengan Iran dan masih terdapat peluang tercapainya penyelesaian.

Namun, Trump menegaskan serangan militer AS akan kembali dilanjutkan jika negosiasi gagal, sementara Iran juga menyampaikan peringatan serupa mengenai kemungkinan aksi balasan. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Roy Suryo 'Spill' Barang Bukti dalam Praperadilan Ketiga Terkait Ijazah Jokowi
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Ngeri Tawuran di Jakut Bikin Pemuda Tewas dengan Tangan Terputus
• 9 jam laludetik.com
thumb
Sinopsis LAUTAN CINTA SCTV Episode 37, Hari Selasa 28 Juli 2026: Miranda Ingin Gugurkan Kandungan, Satria Akhirnya Bertemu Keluarga Kandung
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Fakta Menarik Argentina yang Jadi Kampung Lionel Messi
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Telah Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Belum Berencana Ajukan Praperadilan
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.