JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, mengungkapkan sejumlah negara pernah menerapkan sayembara untuk menangkap penjahat, namun terbukti gagal.
Demikian Usman menyampaikan itu menanggapi sayembara tangkap begal dengan hadiah antara Rp5 juta hingga Rp50 juta yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut Usman, sayembara itu terdengar seperti dukungan Gubernur Jawa Barat untuk melakukan penindakan terhadap aksi begal yang meresahkan.
“Ya, jelas tentu terdengar seperti dukungan dari gubernur, dalam hal ini Gubernur Jawa Barat, untuk melakukan penindakan terhadap aksi begal yang memang meresahkan,” kata dia dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: [FULL] Eks Kapolda Jabar & Usman Hamid soal Sayembara Tangkap Begal, Ada Risiko Atau Aman
“Siapa pun yang berjalan di malam hari, berperjalanan sendiri pasti akan ketakutan kalau ada aksi-aksi begal tidak tercegah atau tidak ditindak, apalagi belakangan ini sudah mematikan, begitu.”
Meski demikian, menurut Usman, harus dipastikan bahwa tindakan apa pun itu tidak menyalahi hukum yang berlaku. Ia juga mengaku khawatir sayembara tersebut justru akan menggeser paradigma hukumnya.
“Orang jadi cenderung mengejar uang, mengejar material untuk melakukan tindakan terhadap aksi begal. Bagaimana kalau nanti salah tangkap,” ujarnya.
Ia pun kemudian mempertanyakan mengapa tidak meningkatkan frekuensi patroli, jumlah personel, hingga cakupan wilayah untuk menangkap pelaku kejahatan jalanan. Termasuk menambah kamera pengawas atau CCTV.
“Mengapa tidak menambah fasilitas CCTV, ETLE, gitu dan berbagai fasilitas keamanan yang bisa setidaknya membantu negara, membantu masyarakat untuk segera mengetahui dan mendorong proses penindakan pengusutan terhadap setiap kali ada aksi begal,” ujarnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- sayembara tangkap begal
- usman hamid
- amnesty international indonesia
- gubernur jawa barat
- dedi mulyadi





