Kisah Fedi Nuril dan Anak yang Belajar Memaafkan di Film Bapakmu Kiper

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Fedi Nuril merasakan kedekatan personal dengan cerita film terbarunya, Bapakmu Kiper. Sebagai ayah dari tiga anak laki-laki, Fedi melihat kisah Warto dan Dino dalam film tersebut sebagai gambaran hubungan ayah dan anak yang mungkin juga dialami banyak keluarga Indonesia, terutama tentang luka, kasih sayang, dan proses belajar saling memaafkan.
 
Bapakmu Kiper merupakan film terbaru produksi Entelekey Sinema Indonesia (ESI) yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026. Trailer perdana film ini telah dirilis dengan memperlihatkan hubungan ayah dan anak laki-laki yang renggang akibat persoalan masa lalu.
 
Dalam film tersebut, Fedi Nuril memerankan Warto, seorang ayah yang berusaha membangun kembali hubungan dengan putranya, Dino, yang diperankan Ali Fikry. Setelah bertahun-tahun menyimpan jarak, keduanya dipertemukan kembali melalui sepak bola antarkampung atau tarkam.

Bagi Fedi, konflik antara Warto dan Dino terasa dekat dengan kehidupan nyata. Terlebih, dirinya juga memiliki tiga anak laki-laki sehingga dapat memahami bagaimana seorang ayah terkadang kesulitan menunjukkan kasih sayang kepada anak dengan cara yang tepat.
 
"Apa yang dialami karakter Warto dan Dino di film ini mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Apalagi saya sendiri punya tiga anak laki-laki, ya. Jadi memahami posisi Warto, di balik ketidakakurannya itu sebenarnya hanyalah ketidakmampuan seorang ayah untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dengan benar saja," kata Fedi Nuril.

Baca Juga :

Dibintangi Fedi Nuril, Film Bapakmu Kiper Ceritakan Sisi Lain Sepakbola Tarkam

 
"Jadi cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antar kampung saya rasa akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," lanjutnya.
 
Cerita Bapakmu Kiper tidak hanya berbicara tentang seorang ayah yang ingin kembali dekat dengan anaknya. Film garapan Ody Harahap ini juga menggali bagaimana luka masa lalu dapat menciptakan jarak dalam keluarga, serta bagaimana memaafkan menjadi bagian penting untuk membuka kesempatan kedua.
 
Dalam trailer, Dino digambarkan masih menyimpan kekecewaan terhadap ayahnya. Sementara Warto berusaha mencari jalan untuk memperbaiki hubungan mereka setelah sekian lama terpisah akibat masalah yang belum selesai.
 
Pertemuan keduanya kemudian menemukan ruang melalui pertandingan sepak bola tarkam. Lapangan bola yang awalnya hanya menjadi tempat pertandingan perlahan berubah menjadi jembatan bagi Warto dan Dino untuk kembali berkomunikasi, memahami satu sama lain, dan menghadapi luka yang selama ini mereka simpan.
 
Meski membawa tema keluarga yang emosional, Bapakmu Kiper tidak dikemas sebagai drama yang sepenuhnya berat. Sutradara Ody Harahap memilih pendekatan komedi yang menghadirkan berbagai kekonyolan khas pertandingan sepak bola kampung, mulai dari tingkah pemain, penonton yang riuh, hingga berbagai kepercayaan unik di sekitar pertandingan.
 
Di balik kelucuan tersebut, hubungan Warto dan Dino tetap menjadi jantung cerita. Keduanya dihadapkan pada pertanyaan tentang apakah hubungan yang sudah lama retak masih dapat diperbaiki dan apakah seorang anak mampu kembali mempercayai ayah yang pernah membuatnya kecewa.

Baca Juga :

BPI Tolak Konten OTT Diatur UU Penyiaran, Ini Alasannya

Ali Fikry yang memerankan Dino melihat karakternya bukan sekadar anak yang menyimpan kemarahan kepada sang ayah. Menurutnya, Dino merupakan sosok yang sebenarnya masih menyimpan harapan agar ayahnya berubah.
 
"Buat aku, Dino itu bukan cuma soal anak yang marah sama bapaknya. Ini soal gimana rasanya nunggu seseorang berubah, dan akhirnya belajar buat percaya lagi. Seru banget bisa bawa emosi itu di tengah keseruan tarkam yang kocak," ujar Ali Fikry.
 
Tema memaafkan dan kesempatan kedua tersebut juga menjadi salah satu alasan Entelekey Sinema Indonesia membawa Bapakmu Kiper ke layar lebar. Direktur Utama ESI sekaligus produser eksekutif film, Garnet Geraldine, menilai banyak keluarga Indonesia memiliki persoalan serupa, yakni luka lama yang belum selesai tetapi masih menyimpan keinginan untuk berdamai.
 
"Bapakmu Kiper lahir dari keinginan kami membuat film yang bikin penonton ketawa, tapi juga pulang dengan hati yang hangat dan lapang. Kami percaya banyak keluarga Indonesia punya cerita serupa. Luka yang belum selesai, dan harapan untuk berdamai. Sepakbola Tarkam bisa jadi cara paling sederhana buat menceritakannya," ujar Garnet Geraldine.
 
Naskah Bapakmu Kiper ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Patricia Gunadi, Garnet Geraldine, dan Yvonne Supangkat duduk sebagai produser eksekutif, sedangkan Arci Fadillah bertindak sebagai produser.
 
Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, film ini turut diperkuat Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabes, Didi Murs, Mahmud Jabrik, dan Joko Nugroho.
 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Guncang Kumamoto Setelah 10 Tahun, Menguji Ketangguhan Jepang
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Pemkab Bogor Lirik Program Penghijauan Jadi Sumber Ekonomi
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Makan Tanpa Drama, Ini Cerita Ibu Asal Serang Jaga Nutrisi Anak
• 21 jam laludetik.com
thumb
Proksi Iran Mengamuk! Arab Saudi Dibombardir, Israel Diserang Drone, Trump Diancam Lewat Video!
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Bea Cukai dan BAIS TNI Amankan 19.142 Botol Miras Ilegal Senilai Rp12,55 Miliar di Bali
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.