Motor mungil Suzuki Choinori menjadi salah satu model paling unik yang pernah diproduksi di Jepang. Bobotnya hanya 39 kilogram, bahkan lebih ringan dibanding Honda Motocompo yang legendaris.
Kini, salah satu unitnya dimiliki kolektor asal Bogor, Jawa Barat. Adalah Jeffry Wijaya pemilik motor langka yang dikenal dengan desain sederhana nan fungsional.
“Motor mungil ini adalah Suzuki Choinori 50cc tipenya CZ41A bermesin 4-Stroke OHV,” buka Jeffry kepada kumparan, Rabu (22/6/2026).
Salah satu keunikan utama motor ini adalah bobotnya yang terkenal ringan, serta wujudnya serupa sepeda listrik yang kini jamak ditemukan.
“Berat kosongnya cuma 39 kilogram kemungkinan ini motor dengan mesin konvensional teringan bobotnya. Karena kalau dibanding sama Honda Motocompo aja berat kosongnya 42 kilogram,” katanya.
“Motor ini tidak menggunakan transmisi CVT otomatis konvensional, melainkan menggunakan sistem rantai dan sprocket untuk mengurangi biaya produksi. Kecepatan maksimalnya dibatasi hanya sekitar 20-30 km/jam. Saat masuk ke 35 km/jam indikator speed sensor limitnya nyala,” ungkapnya.
Untuk performa, mesin kecil ini menghasilkan tenaga yang cukup untuk mobilitas jarak pendek. Karakter mesin lebih mengutamakan efisiensi dibanding kecepatan.
Jeffry bilang, output daya maksimumnya hanya 2 dk (1,5 kW) di 5.500 rpm. Sedangkan torsi maksimumnya di angka 2,9 Nm.
Secara historis, Suzuki Choinori pertama kali diperkenalkan pada 2003. Motor ini dibuat sebagai respons terhadap maraknya motor murah asal China saat itu.
Nama Choinori sendiri memiliki arti unik dalam bahasa Jepang. Istilah tersebut menggambarkan fungsi motor sebagai kendaraan jarak pendek.
“Nama ‘Choi nori’ berasal dari ‘Toh nori’, istilah Jepang untuk sepeda motor touring jarak jauh. ‘Toh nori’ berarti ‘perjalanan panjang’, sedangkan ‘Choi nori’ adalah kebalikannya, yang berarti ‘perjalanan pendek’ atau ‘lompatan singkat’,” jelasnya.
Unit yang dimiliki Jeffry merupakan produksi tahun 2003. Versi ini masih menggunakan kick starter dengan posisi lampu sein menyatu di bodi. Perbedaanya versi keduanya sudah electric starter dan sen pindah ke setang.
“Sebenernya sih full original sampai ke ban masih bawaan dari baru, cuma sempet di refresh aja cat dan di vaporblast untuk crankcase, CVT dan blok mesin nya biar segar aja liatnya,” ujarnya.
Dari sisi penggunaan, odometer motor ini masih tergolong rendah di angka 9 ribu. Hal ini menambah nilai koleksi bagi para penggemar motor unik.
“Rencananya ini saya mau jual Rp 25 juta nego," tuntasnya.





