Kepercayaan Audiens Jadi Modal Penting Bagi Kreator Konten

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi viral di media sosial bisa terjadi dalam waktu singkat. Namun, mempertahankan eksistensi sekaligus membangun karier jangka panjang membutuhkan konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta kepercayaan dari audiens.

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreator (creator economy), banyak kreator konten yang memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai sarana berekspresi, tetapi juga untuk mengembangkan bisnis melalui kerja sama dengan berbagai merek hingga program afiliasi.

Baca Juga
  • Meta Bakal Lapor Orang Tua Jika Anak Bahas Bunuh Diri dengan AI
  • Fitur Instagram Dinilai Bikin Candu, Uni Eropa Ancam Denda Meta
  • Meta Indonesia Menghadap Komdigi, Bentuk Tim Berantas Spam Judi Online

Salah satu kreator yang menilai konsistensi sebagai kunci membangun karier digital adalah Subaida atau Mama Firda. Kreator asal Jember, Jawa Timur, itu mengatakan perjalanan menjadi kreator konten tidak selalu berjalan mulus.

Melalui akun TikTok @mamafirda01 yang kini memiliki lebih dari 767 ribu pengikut, ia dikenal lewat konten bertema kecantikan, kuliner, dan gaya hidup yang dikemas sederhana dengan menampilkan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Subaida mengaku sempat merasa kurang percaya diri karena hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar. Keinginannya menjadi kreator konten juga sempat mendapat penolakan dari suami yang saat itu belum melihat media sosial sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

Meski demikian, ia memilih terus belajar membuat konten dengan peralatan sederhana dan mengunggah video secara rutin. "Awalnya saya memang sempat tidak diizinkan menjadi konten kreator. Saya juga hanya lulusan SD sehingga sempat minder. Tapi saya percaya kalau terus belajar dan konsisten, hasilnya pasti akan datang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Menurut Subaida, perkembangan media sosial membuka peluang baru bagi kreator untuk memperoleh penghasilan, salah satunya melalui program afiliasi. Namun, ia menilai keberhasilan di bidang tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk.

Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pengikut dengan hanya merekomendasikan produk yang benar-benar digunakan dan sesuai pengalaman pribadi. "Saya selalu berusaha merekomendasikan produk yang memang saya gunakan. Buat saya, kepercayaan followers jauh lebih penting daripada mengejar penjualan sesaat," katanya.

Pendekatan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu kreator afiliasi dengan performa penjualan terbaik di Indonesia. Selain itu, ia juga memperoleh berbagai penghargaan, termasuk undangan ke kantor TikTok Indonesia dan apresiasi dari industri kecantikan sebagai kreator.

Subaida namun memilih mempertahankan konsep konten yang sederhana. Video bertema A Day in My Life yang menampilkan aktivitas sehari-hari tetap menjadi ciri khasnya di tengah tren produksi konten yang semakin kompleks. Ia mengaku tidak pernah berusaha membangun karakter yang dibuat-buat demi menarik perhatian warganet.

"Saya hanya ingin menjadi diri sendiri. Kalau orang bisa terhibur dari hal-hal sederhana yang saya bagikan, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri," ujarnya.

Ia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat yang ingin memulai karier di dunia digital. Menurut dia, keterbatasan pendidikan maupun latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk berkembang selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar, konsisten, dan berani memanfaatkan peluang yang ada.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Jasad Satpam Jatiluhur Ditenggelamkan
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Kemenkeu: Kebijakan fiskal buka peluang baru di kawasan transmigrasi
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kasat Narkoba Tangsel Datang ke Bareskrim sebagai Saksi, Kapolres: Tidak Ditangkap
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Iran Tuntut Ganti Rugi dari Ukraina Usai Kapal Diserang di Laut Kaspia
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cerita Penumpang saat LRT Gangguan di Cawang
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.