Jakarta (ANTARA) - Di tengah kesibukan bekerja, belajar, maupun menjalani rutinitas sehari-hari, banyak orang merasa harus selalu produktif dan terus berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat memicu kelelahan fisik maupun mental apabila berlangsung dalam waktu yang lama.
Karena itu, meluangkan waktu untuk diri sendiri atau yang sering disebut me time menjadi salah satu cara sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mental. Me time bukan berarti menghindari orang lain atau bersikap egois, melainkan memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak dari berbagai tuntutan.
Baca juga: Psikolog: "me time" cukup 30 menit
Aktivitas ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membaca buku, berjalan santai, menonton film, berkebun, mendengarkan musik, berolahraga, hingga sekadar menikmati secangkir teh atau kopi tanpa gangguan.
Berikut beberapa alasan mengapa me time penting bagi kesehatan mental.
1. Membantu mengurangi stres
Rutinitas yang padat dapat membuat tubuh memproduksi hormon stres secara terus-menerus. Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat memengaruhi suasana hati, kualitas tidur, hingga kesehatan fisik.
Dengan meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai, tubuh menjadi lebih rileks sehingga tingkat stres dapat berkurang. Pikiran pun menjadi lebih tenang saat kembali menjalani aktivitas.
2. Memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat
Otak bekerja sepanjang hari untuk memproses berbagai informasi, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan masalah.
Saat seseorang menikmati me time, otak memiliki kesempatan untuk beristirahat dari berbagai tekanan. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir jernih.
Baca juga: Pentingnya "me time" bagi orang tua dengan anak autisme
Baca juga: Mengapa kita wajib luangkan waktu untuk diri sendiri di tengah pandemi
3. Meningkatkan suasana hati
Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat memicu pelepasan hormon yang berhubungan dengan rasa nyaman dan bahagia, seperti dopamin dan serotonin.
Akibatnya, suasana hati menjadi lebih baik sehingga seseorang lebih siap menghadapi tantangan maupun tekanan sehari-hari.
4. Membantu mengenali diri sendiri
Kesibukan sering membuat seseorang jarang memiliki waktu untuk mengevaluasi perasaan, tujuan, maupun kebutuhan dirinya sendiri.
Melalui me time, seseorang dapat merenungkan berbagai hal yang sedang dihadapi, memahami emosi yang dirasakan, serta menentukan langkah yang ingin dilakukan ke depan.
5. Mencegah kelelahan mental atau burnout
Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental akibat stres berkepanjangan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan.
Meluangkan waktu untuk beristirahat secara rutin dapat membantu mengurangi risiko burnout karena tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk memulihkan energi.
6. Meningkatkan produktivitas
Banyak orang menganggap beristirahat hanya akan mengurangi waktu bekerja. Padahal, mengambil jeda justru dapat membuat seseorang kembali bekerja dengan lebih fokus.
Ketika pikiran terasa segar, kemampuan menyelesaikan pekerjaan dan mengambil keputusan biasanya menjadi lebih baik dibandingkan saat memaksakan diri terus bekerja.
Baca juga: Tiap orang butuh 20 menit untuk "me time"
7. Membantu menjaga hubungan dengan orang lain
Memiliki waktu untuk diri sendiri juga dapat memberikan dampak positif terhadap hubungan sosial.
Saat kondisi mental lebih stabil dan emosi lebih terkontrol, seseorang cenderung lebih sabar, mudah berempati, dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja.
8. Meningkatkan kualitas tidur
Stres dan pikiran yang terlalu aktif sering menjadi penyebab seseorang sulit tidur.
Melakukan aktivitas santai sebelum beristirahat, seperti membaca buku, meditasi, atau mendengarkan musik yang menenangkan, dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga tidur terasa lebih nyenyak.
9. Mendorong gaya hidup yang lebih seimbang
Me time mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang pekerjaan atau tanggung jawab. Memberikan ruang bagi diri sendiri merupakan bagian dari menjaga keseimbangan hidup.
Dengan membagi waktu antara bekerja, bersosialisasi, beristirahat, dan menikmati hobi, kesehatan mental dapat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Meski demikian, me time tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama. Meluangkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit setiap hari sudah dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara rutin.
Yang terpenting adalah memilih aktivitas yang benar-benar membuat tubuh dan pikiran merasa nyaman. Bagi sebagian orang, me time bisa berarti menikmati secangkir kopi sambil membaca buku. Bagi yang lain, aktivitas tersebut bisa berupa berolahraga, memasak, berkebun, atau berjalan santai di taman.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Memberikan waktu bagi diri sendiri bukanlah bentuk kemalasan maupun sikap egois, melainkan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri agar tetap sehat, bahagia, dan mampu menjalani berbagai aktivitas dengan lebih optimal.
Baca juga: Psikiater sebut "baby blues" yang tak tertangani bisa sebabkan depresi
Baca juga: Ketahui sebab munculnya "overthinking" dan cara mengatasinya
Baca juga: Agar "me time" ibu efektif meski hanya lima menit
Karena itu, meluangkan waktu untuk diri sendiri atau yang sering disebut me time menjadi salah satu cara sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mental. Me time bukan berarti menghindari orang lain atau bersikap egois, melainkan memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak dari berbagai tuntutan.
Baca juga: Psikolog: "me time" cukup 30 menit
Aktivitas ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membaca buku, berjalan santai, menonton film, berkebun, mendengarkan musik, berolahraga, hingga sekadar menikmati secangkir teh atau kopi tanpa gangguan.
Berikut beberapa alasan mengapa me time penting bagi kesehatan mental.
1. Membantu mengurangi stres
Rutinitas yang padat dapat membuat tubuh memproduksi hormon stres secara terus-menerus. Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat memengaruhi suasana hati, kualitas tidur, hingga kesehatan fisik.
Dengan meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai, tubuh menjadi lebih rileks sehingga tingkat stres dapat berkurang. Pikiran pun menjadi lebih tenang saat kembali menjalani aktivitas.
2. Memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat
Otak bekerja sepanjang hari untuk memproses berbagai informasi, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan masalah.
Saat seseorang menikmati me time, otak memiliki kesempatan untuk beristirahat dari berbagai tekanan. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir jernih.
Baca juga: Pentingnya "me time" bagi orang tua dengan anak autisme
Baca juga: Mengapa kita wajib luangkan waktu untuk diri sendiri di tengah pandemi
3. Meningkatkan suasana hati
Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat memicu pelepasan hormon yang berhubungan dengan rasa nyaman dan bahagia, seperti dopamin dan serotonin.
Akibatnya, suasana hati menjadi lebih baik sehingga seseorang lebih siap menghadapi tantangan maupun tekanan sehari-hari.
4. Membantu mengenali diri sendiri
Kesibukan sering membuat seseorang jarang memiliki waktu untuk mengevaluasi perasaan, tujuan, maupun kebutuhan dirinya sendiri.
Melalui me time, seseorang dapat merenungkan berbagai hal yang sedang dihadapi, memahami emosi yang dirasakan, serta menentukan langkah yang ingin dilakukan ke depan.
5. Mencegah kelelahan mental atau burnout
Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental akibat stres berkepanjangan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan.
Meluangkan waktu untuk beristirahat secara rutin dapat membantu mengurangi risiko burnout karena tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk memulihkan energi.
6. Meningkatkan produktivitas
Banyak orang menganggap beristirahat hanya akan mengurangi waktu bekerja. Padahal, mengambil jeda justru dapat membuat seseorang kembali bekerja dengan lebih fokus.
Ketika pikiran terasa segar, kemampuan menyelesaikan pekerjaan dan mengambil keputusan biasanya menjadi lebih baik dibandingkan saat memaksakan diri terus bekerja.
Baca juga: Tiap orang butuh 20 menit untuk "me time"
7. Membantu menjaga hubungan dengan orang lain
Memiliki waktu untuk diri sendiri juga dapat memberikan dampak positif terhadap hubungan sosial.
Saat kondisi mental lebih stabil dan emosi lebih terkontrol, seseorang cenderung lebih sabar, mudah berempati, dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja.
8. Meningkatkan kualitas tidur
Stres dan pikiran yang terlalu aktif sering menjadi penyebab seseorang sulit tidur.
Melakukan aktivitas santai sebelum beristirahat, seperti membaca buku, meditasi, atau mendengarkan musik yang menenangkan, dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga tidur terasa lebih nyenyak.
9. Mendorong gaya hidup yang lebih seimbang
Me time mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang pekerjaan atau tanggung jawab. Memberikan ruang bagi diri sendiri merupakan bagian dari menjaga keseimbangan hidup.
Dengan membagi waktu antara bekerja, bersosialisasi, beristirahat, dan menikmati hobi, kesehatan mental dapat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Meski demikian, me time tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama. Meluangkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit setiap hari sudah dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara rutin.
Yang terpenting adalah memilih aktivitas yang benar-benar membuat tubuh dan pikiran merasa nyaman. Bagi sebagian orang, me time bisa berarti menikmati secangkir kopi sambil membaca buku. Bagi yang lain, aktivitas tersebut bisa berupa berolahraga, memasak, berkebun, atau berjalan santai di taman.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Memberikan waktu bagi diri sendiri bukanlah bentuk kemalasan maupun sikap egois, melainkan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri agar tetap sehat, bahagia, dan mampu menjalani berbagai aktivitas dengan lebih optimal.
Baca juga: Psikiater sebut "baby blues" yang tak tertangani bisa sebabkan depresi
Baca juga: Ketahui sebab munculnya "overthinking" dan cara mengatasinya
Baca juga: Agar "me time" ibu efektif meski hanya lima menit





