REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (28/7/2026) menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
Pertemuan ini menjadi yang kedelapan antara keduanya sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden, setelah Netanyahu tiba di Amerika Serikat pada Senin sebelumnya.
Baca Juga
Mengapa Menara Masjid Membuat Eropa Gelisah? Ini Analisis Jurnalis Senior Mesir
Mengapa Iran Serang Negara-Negara Teluk Bukan Israel Langsung? Ini Versi Analis Kuwait
3 Analisis Ungkap Bagaimana Perang dengan Iran Ubah Perhitungan Kekuatan Amerika Serikat?
Pertemuan tersebut merupakan yang pertama antara Trump dan Netanyahu sejak Februari lalu, yakni sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi serangan udara bersama terhadap Iran.
Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu digelar tanpa kehadiran media, tanpa konferensi pers bersama, dan tanpa sesi tanya jawab dengan wartawan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut sejumlah media Israel, dilansir Aljazeera, Rabu (29/7/2026), pertemuan berlangsung selama satu jam dua puluh menit, namun tidak ada rincian mengenai isi pembicaraan maupun hasil yang dicapai.
Dalam konteks yang sama, Channel 13 Israel melaporkan bahwa seluruh pertemuan berlangsung dalam format pleno yang melibatkan kedua delegasi.
Tidak ada sesi tatap muka empat mata antara Trump dan Netanyahu sebagaimana lazim terjadi dalam pertemuan-pertemuan penting semacam ini.
Berdasarkan foto-foto yang dirilis kantor Perdana Menteri Israel, selain Trump dan Netanyahu, sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Amerika Serikat turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Di antaranya Wakil Presiden J D Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) John Ratcliffe, serta Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff.