Jakarta: Nama Mitchell Baker menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia setelah tampil gemilang pada laga debutnya bersama Timnas Indonesia. Penyerang naturalisasi berusia 19 tahun itu langsung mencetak hattrick saat membawa Skuad Garuda mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga pembuka Grup A ASEAN Championship (Piala AFF) 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, 27 Juli 2026.
Penampilan impresif Baker menjadi awal yang menjanjikan bagi karier internasionalnya bersama Indonesia. Striker bertinggi badan 196 sentimeter tersebut dipercaya sebagai starter oleh pelatih John Herdman sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-58 dan digantikan Jens Raven.
Resmi Perkuat Timnas Indonesia Mitchell Baker resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026. Naturalisasi tersebut merupakan bagian dari program PSSI untuk memperkuat lini depan Timnas Indonesia dalam menghadapi berbagai turnamen internasional.
Debut Baker pada ASEAN Championship 2026 sekaligus menjawab ekspektasi publik terhadap kehadiran penyerang baru di Skuad Garuda. Ketajamannya pada pertandingan pertama menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mengarungi turnamen tersebut.
Baca Juga :
Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta pada 19 Januari 1937, sedangkan neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 27 Mei 1940. Sementara itu, ayahnya, Daniel Robert Baker, merupakan warga negara Australia yang lahir di Geelong.
Baca Juga :
Cetak Hattrick dalam Debut Timnas, Mitchell Baker: Ini Mimpi yang Jadi KenyataanPerforma konsistennya menarik perhatian klub Major League Soccer (MLS), Colorado Rapids. Pada Januari 2026, klub tersebut memilih Baker melalui mekanisme MLS SuperDraft sebagai bagian dari rencana perekrutan mereka pada akhir tahun 2026.
Awal Menjanjikan Bersama Skuad Garuda Hattrick pada laga debut membuat Mitchell Baker langsung mencuri perhatian pencinta sepak bola nasional. Produktivitas golnya dinilai menjadi tambahan kekuatan bagi lini serang Timnas Indonesia yang tengah menjalani regenerasi pemain.
Dengan usia yang masih 19 tahun dan pengalaman berkarier di Amerika Serikat, Baker diproyeksikan menjadi salah satu penyerang masa depan Timnas Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam berbagai ajang internasional yang akan dihadapi Skuad Garuda pada tahun-tahun mendatang. (Daffa Yazid Fadhlan)




