Perum Bulog mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) khusus untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Utama (Dirut) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Dia menuturkan beras tersebut berbeda dengan beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hal ini dikarenakan beras yang digunakan untuk MBG tidak menggunakan skema subsidi, melainkan beras premium dengan kandungan vitamin tambahan.
“Bulog salah satu programnya ke depan akan membuat ini. Bukan (SPHP), ini premium khusus. Kan, kalau MBG, kan, tidak boleh beras subsidi. Jadi kami merencanakan konsepnya ini untuk mendukung program MBG,” kata Rizal kepada wartawan usai acara perpisahan Sudaryono di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (29/7).
Dia menjelaskan tujuan pemberian vitamin tambahan pada beras khusus MBG adalah agar beras tersebut bisa membantu nutrisi penerima MBG, yaitu anak-anak dan ibu hamil.
Dia berharap dengan skema beras khusus ini, bisa memperkecil angka stunting di Tanah Air. “Dan lebih cerdas ke depannya. Karena berasnya saja sudah banyak vitaminnya. Ditambah dengan lauk-lauk yang bergizi tinggi,” tuturnya.
Setelah diusulkan ke Mentan dan Kepala BGN, usulan ini akan kembali dibahas di Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Sejauh ini, lanjut Rizal, tanggapan Mentan dan Kepala BGN cukup positif dan mendukung tujuan Bulog untuk mendukung salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Mengenai harga jual, Rizal memastikan harga beras khusus MBG tersebut akan bisa disesuaikan. “Ya nanti kita harga bisa kita sesuaikan,” tutupnya.
Amran Pasrahkan Pengganti Sudaryono ke PrPrabowoMentan Andi Amran Sulaiman mengaku berat melepas Sudaryono yang kini ditunjuk menjadi Kepala BGN. Menurut Amran, selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono memiliki kontribusi besar terhadap berbagai capaian Kementerian Pertanian.
“Kami sangat berat untuk melepas beliau, karena sangat terbantu. Seluruh capaian Kementerian Pertanian berkat kerja keras Pak Sudaryono selama ini. Itu berat, tapi demi masa depan beliau ini promosi dan ini tugas berat juga untuk kepentingan negara. Kami ikhlaskan,” tutur Amran.
Meski demikian, Amran mengatakan seluruh jajaran Kementan mendukung penugasan baru Sudaryono, terlebih MBG merupakan program yang menyerap hasil komoditas pertanian yang diproduksi petani.
Terkait sosok pengganti Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian, Amran menegaskan hal itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Kementan, kata dia, tidak mengusulkan nama tertentu dan akan mengikuti keputusan Prabowo.
“Penggantinya, apapun keputusan Bapak Presiden, karena hak prerogatif Bapak Presiden. Kami tidak punya hak. Mudah-mudahan saya bisa dapat seperti sosok beliau, pekerja keras, cerdas, masih muda, energik,” tuturnya.





