Gaza: Serangan udara Israel kembali menghantam Jalur Gaza di hari Selasa, menewaskan sedikitnya seorang warga Palestina, melukai lebih dari belasan lainnya, serta menghancurkan sebuah masjid dan tenda-tenda yang menjadi tempat penampungan ratusan pengungsi.
Pesawat jet tempur Israel dilaporkan menyerang Masjid Al-Muttaqin yang berada di dekat gedung Young Men's Christian Association (YMCA) di Kota Gaza.
Jurnalis media Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan bahwa serangkaian serangan udara Israel berfokus di wilayah tengah dan utara Jalur Gaza.
"Ya, seluruh wilayah telah diperingatkan, tetapi waktu yang diberikan kepada warga untuk mengambil langkah penyelamatan sangat sempit," kata Abu Azzoum, dalam keterangan di situs Al Jazeera, Rabu, 29 Juli 2026.
Dalam serangan terpisah di Kamp Pengungsi Nuseirat, satu warga Palestina dilaporkan tewas setelah serangan menghantam sekelompok warga di sebuah pasar yang ramai.
"Serangan itu menargetkan sekelompok warga Palestina di pasar yang ramai, menewaskan satu warga Palestina dan melukai sedikitnya 20 orang lainnya," ujar Abu Azzoum, mengutip pejabat kesehatan setempat.
Ia menambahkan bahwa warga sipil masih hidup dalam ketakutan karena khawatir akan terjadi serangan lanjutan pada malam hari. Gelombang Kekerasan di Tepi Barat Sementara itu, pada Minggu, kabinet keamanan Israel menyetujui langkah yang secara prinsip membuka akses bagi anggota pertama Pasukan Stabilisasi Internasional ke Jalur Gaza sebagai bagian dari gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku sejak Oktober tahun lalu.
Di Tepi Barat, kekerasan oleh pemukim Israel juga dilaporkan terus meningkat.
Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, delapan warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka di Abu Najim, dekat Bethlehem, setelah para pemukim Israel membakar bangunan tersebut.
Warga setempat mengatakan para pemukim juga membakar sebuah mobil dan mencoret dinding rumah dengan grafiti sebelum membakar bangunan itu.
Di saat yang sama, otoritas Israel dilaporkan kembali menyita lahan milik warga Palestina di Tepi Barat.
Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan Israel mengeluarkan perintah militer untuk menyita sekitar 200 dunam atau sekitar 20 hektare lahan di sejumlah kota di Kegubernuran Jenin.
Pejabat urusan permukiman Jenin, Tareq Aghbaria, mengatakan wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan perintah penyitaan lahan, terutama di kawasan selatan seperti Arrabeh, Qabatiya, dan Misilya.
Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina yang dikutip Wafa, sedikitnya 14 perintah penyitaan lahan diterbitkan untuk pembangunan dan perluasan jalan militer dengan total panjang lebih dari 11,3 kilometer. Infrastruktur tersebut disebut akan mendukung jaringan pos-pos permukiman baru yang telah disetujui pemerintah Israel di wilayah Jenin.
Baca juga: Palestina Minta Dewan Keamanan PBB Lucuti Senjata Pemukim Ilegal Israel




