JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Muchtar Raya, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, berharap pemerintah memberikan kompensasi atas dampak proyek galian yang menyebabkan penjualan mereka menurun.
Salah seorang pedagang warung sembako, Ninok (30), mengatakan para pedagang sempat membahas kemungkinan adanya kompensasi dari pemerintah sebagai bentuk perhatian terhadap penurunan omzet yang mereka alami selama proyek berlangsung.
"Kemarin kita sesama pedagang tuh ngomong gitu. Ngomong sambil bercanda ya, kalau ada kompensasi Rp 50.000 lah sehari mah lumayan," kata Ninok kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Pedagang Berharap Proyek Galian di Joglo Jakbar Cepat Rampung agar Pembeli Kembali
Meski demikian, Ninok mengaku hingga kini belum ada kompensasi yang diberikan kepada para pedagang yang terdampak proyek tersebut.
Karena itu, ia berharap pemerintah turut memperhatikan kondisi pedagang yang berusaha di sekitar lokasi galian.
"Ya harapannya mah ada (dapat kompensasi)," kata dia.
Baca juga: Dikeluhkan Bikin Macet, Proyek Galian di Jalan Raya Joglo Jakbar Ditargetkan Rampung 5 Oktober 2026
Ninok mengungkapkan, sejak proyek dimulai, pengendara, terutama roda dua, semakin jarang mampir ke warungnya. Padahal, selama ini mereka menjadi pelanggan utama yang membeli minuman maupun makanan ringan.
"Sangat, sangat menurun (penjualan) orang yang jalan naik motor itu kan jadi enggak bisa ke sini," ungkap dia.
Kini, kata Ninok, pembeli yang datang sebagian besar merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
"Jadi sekarang yang beli konsumennya paling orang-orang belakang, warga yang di belakang," ungkapnya.
Baca juga: Proyek Galian Bikin Lampu Merah Joglo Jakbar Macet Parah, Pengendara: Ngerjainnya Malam Aja Kali
Keluhan serupa disampaikan pedagang warung sembako lainnya, Nur (20).
Ia mengatakan, sejak awal proyek galian berlangsung tidak ada pembahasan maupun kesepakatan mengenai dampak yang akan dirasakan para pedagang.
Menurut Nur, keberadaan proyek tepat di depan warungnya membuat jumlah pelanggan terus berkurang.
"Dampaknya itu ya jadi semakin sepi konsumen," kata Nur di lokasi.
Baca juga: Sempat Ricuh, Mobil yang Tabrak 4 Motor di Joglo Berujung Damai
Selain kehilangan pelanggan, Nur juga mengaku tidak lagi bisa menjual bensin eceran karena tidak memiliki tempat untuk meletakkannya di depan warung.
Padahal, bensin eceran biasanya dipajang di depan warung agar mudah terlihat oleh pengendara yang melintas.
"Jadi enggak bisa jual bensin, mau ditaro di mana kan tempatnya enggak ada. Jadinya ya omsetnya berkurang," tutur dia.
Baca juga: Jalan Sempit Joglo Dilewati Truk Kontainer, Warga Minta Pembatasan Jam Operasional
Nur berharap proyek galian dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas usahanya kembali normal dan kemacetan di kawasan tersebut berkurang.
"Harapannya biar cepat kelar aja, karena selain itu juga bikin macet jalan," ungkap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




