Pengamat Lingkungan sebut Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Hilirisasi nikel dinilai akan mampu menciptakan nilai tambah melalui peningkatan produksi hasil tambang, sekaligus berdampak langsung dalam mendorong ketangguhan ekonomi lokal yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini diamanatkan kepada PT Vale Indonesia Tbk (INCO), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID.

Pengamat Lingkungan, Irwan Ridwan mengatakan proyek hilirisasi seperti HPAL pada dasarnya juga dirancang untuk meningkatkan ekonomi lokal. Menurutnya, aspek tersebut umumnya telah dibahas dalam tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study/Pra-FS) hingga studi kelayakan (feasibility study/FS) menjadi bagian dari untuk mendorong ketangguhan ekonomi nasional dan ekonomi lokal.

“Seharusnya akan memberi pengaruh (positif) terhadap ekonomi lokal dan (peningkatan) kualitas sosial masyarakat dan ini sudah dibahas dalam Pra-FS dan FS suatu proyek investasi,” ungkap Irwan.

Dia berharap bahwa peningkatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas sosial masyarakat dijalankan sesuai komitmen saat operasional berjalan, bukan hanya sekadar sebagai formalitas untuk memenuhi kewajiban.

Diketahui, proyek HPAL Sambalagi merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang masuk dalam proyek strategis nasional untuk mempercepat hilirisasi mineral di Indonesia.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$2 miliar dan diharapkan memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional melalui pengolahan nikel bernilai tambah tinggi.

Inisiatif Anggota Grup MIND ID ini akan mampu mendorong multiplier effect yang sangat besar terhadap pembangunan ekonomi nasional sekaligus sosial masyarakat sekitar daerah operasionalnya di Sulawesi.

Setali tiga uang, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, mengapresiasi pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, pendekatan inklusif ini penting untuk memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat setempat.

“Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah,” kata Reny.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tak Ada Takutnya, Gen Z India jadi Mayoritas Demonstran yang Guncang Pemerintahan Narendra Modi Pakai Humor Politik di Media Sosial
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemendikdasmen Kembali Membuka Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik 2026 dengan Sejumlah Penyempurnaan Pelaksanaan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Danantara Bidik Investasi Industri Hulu Panel Surya
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemprov DKI Jakarta Terapkan Controlled Landfill di TPST Bantargebang Mulai 1 Agustus 2026
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.