JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat akan mempercepat pengerjaan proyek galian di Jalan Muchtar Raya, Joglo, Kembangan.
Hal itu dilakukan usai sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan penjualan akibat proyek galian tersebut.
"Bahwa itu kan kami akan percepat lah. Memang, memang kita ya harus sedikit sabar para pedagang di Jalan Muchtar itu," kata Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Ungkap Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Saksi dan Sampel di Lab Forensik
Menurut Mustajab, percepatan proyek dilakukan dengan segera menutup galian yang U-Ditch-nya sudah terpasang.
Sementara itu, untuk galian yang masih terbuka, akan dipasang jembatan kayu sebagai akses sementara.
"Tapi kalau baru digali belum ada U-Ditch, nanti yang warga-warga itu kita kasih jembatan kayu paling, untuk pembeli," jelasnya.
Di sisi lain, Mustajab mengimbau warga untuk tidak parkir di jalanan karena akan menambah kemacetan.
Mustajab memperkirakan proyek tersebut dapat selesai lebih cepat dari target semula, yakni 5 Oktober 2026.
"Ya kemungkinan bisa lebih cepat lah," kata Mustajab.
Proyek galian dikeluhkan pedagang
Salah satu pemilik warung sembako, Ninok (30), mengatakan, dampak dari galian proyek saluran air membuat pengendara, khususnya roda dua kini jarang yang mampir ke warungnya.
Baca juga: Fakta Baru Kasus Intimidasi Satpam Bundaran HI yang Jadi Perhatian Dua Gubernur
"Sangat, sangat menurun (penjualan) orang yang jalan naik motor itu kan jadi enggak bisa ke sini," kata Ninok saat ditemui Kompas.com di warungnya, Rabu.
Ia mengatakan, sebelum ada proyek galian, sebagian besar pembelinya merupakan pengendara yang melintas dan singgah untuk membeli minuman atau makanan ringan.
Kini, pelanggan yang datang didominasi warga sekitar.
"Jadi sekarang yang beli konsumennya paling orang-orang belakang, warga yang di belakang," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Nur (20), pemilik warung sembako lainnya. Ia mengatakan, ayahnya sampai membuat pijakan sederhana agar pelanggan tetap bisa masuk ke warung karena akses terputus oleh galian saluran.