Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF: Kebijakan yang Kredibel Jaga Kepercayaan Publik

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Menanggapi hasil survey dari SMRC Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF mneyampaikan bahwa kebijakan yang kredibel jaga kepercayaan publik.

Menurut M. Rizal selaku Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) jika hal ini tak lepada dari besarnya pengaruh publik.

Rizal menjelaskan jika rumah tangga menunda konsumsi, dunia usaha menahan investasi dan perekrutan, serta perbankan menjadi lebih berhati-hati menyalurkan kredit, maka permintaan domestik akan melemah dan perlambatan ekonomi dapat benar-benar terjadi.

"Pemerintah perlu mempercepat penciptaan lapangan kerja, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta menyampaikan komunikasi ekonomi yang konsisten agar ekspektasi masyarakat tetap positif," tegasnya.

BACA JUGA:Kemenkop dan GREAT Institute Dorong Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Nasional, Reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945

Sedangkan menurut Achmad Nur Hidayat yang merupakan Ekonom sekaligus Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta data yang ditunjukkan lewat hasil survei tersebut bukan sekadar sentimen, melainkan cerminan pengalaman ekonomi rumah tangga sehari-hari.

"Data ini menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat kecil untuk menabung terus melemah, sementara kelompok atas semakin cepat mengakumulasi kekayaan. Ini artinya, pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya bersifat inklusif," terang Achmad ketika dihubungi oleh Disway.

Achmad turut menyoroti hasil temuan China Economic Information Center (CEIC), yang selaras dengan hasil survei SMRC tersebut.

Dalam data yang dirilis CEIC, rata-rata outstanding simpanan berdasarkan kelompok nominal tabungan dan deposito periode 2012 hingga 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan kekayaan semakin terkonsentrasi pada kelompok masyarakat yang telah memiliki aset besar.

BACA JUGA:Jumhur Ingin Kekayaan Hayati Indonesia Harus Dinikmati Bangsa Sendiri Menuju Ekonomi Hijau

Pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta, rata-rata saldo turun dari Rp 4,3 juta pada 2012 menjadi hanya Rp 1,8 juta pada 2025. 

Sebaliknya, kelompok dengan simpanan di atas Rp 5 miliar mengalami kenaikan rata-rata saldo dari Rp 17,5 miliar menjadi Rp 29,5 miliar dalam periode yang sama atau meningkat sekitar 68 persen. 

"Dalam situasi seperti ini, pertumbuhan ekonomi justru memperbesar keuntungan pemilik modal dibandingkan masyarakat yang hanya mengandalkan pendapatan dari bekerja," tegas Achmad.

Kelas Menengah Rentan Terdampak

Dalam menghadapi fenomena ini, Achmad menuturkan bahwa bukan hanya masyarakat miskin, namun kelas menengah juga berada pada posisi yang paling rentan terdampak.

Pasalnya, kelompok ini umumnya tidak lagi menerima bantuan sosial, tetapi belum memiliki aset yang cukup untuk menikmati pertumbuhan kekayaan. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo ke Praja IPDN: Kalau Anda Kecewakan rakyat, Kepercayaan Rakyat kepada Negara Rusak!
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Dilantik Kapolda Jabar, AKBP Muhammad Aldi Sulaiman Jadi Kapolres Majalengka
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Bintang Obsession, Michael Johnston, dalam Pembicaraan Gabung The Mummy 4
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Indonesia Disepelekan Media Vietnam, Tim B dengan 11 Pemain Naturalisasi
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Momen Ibu Hamil Melahirkan di Mobil saat Hendak Dibawa ke Puskesmas di Way Kanan
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.