Polrestabes Medan Gerebek Kos-Kosan Jadi Gudang Narkoba Pesan Lewat Jasa Pengiriman

mediaapakabar.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kasat Narkoba AKBP Rafli saat memperlihatkan barang bukti dihadapan para tersangka yang telah diamankan. (foto : dok) 
Mediaapakabar.com - Petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan telah menggerebek salah satu kos-kosan yang digunakan menjadi gudang penyimpanan narkoba di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. 

Para pelaku mengedarkan narkoba itu lewat jasa ekspedisi. " Dalam prakteknya, para pelaku memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman paket, dan mengkamuflasekan narkoba yang dikirim," kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Selasa (28/07/2026)

Rafli mengatakan penggerebekan pada Rabu (22/07/2026). Awalnya, petugas menangkap pelaku HS (19) di Jalan Rawe V, Kecamatan Medan Labuhan.

Saat ditangkap, petugas menyita 3 butir pil ekstasi, dan sejumlah uang yang diduga merupakan hasil penjualan narkoba. 

Berdasarkan pengakuan HS, narkoba itu dapatnya dari pelaku JD (25). Petugas kepolisian kemudian melalukan pengembangan dan menangkap JD di salah satu rumah kos di Jalan Rawe II, 

Kecamatan Medan Labuhan. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah narkoba. " Dari JD, kami temukan sejumlah barang bukti, mulai dari 3 paket sabu, 188 butir pil ekstasi, hingga 6 kg ganja dalam jumlah besar," jelasnya.

Perwira menengah Polri itu mengatakan para pelaku ini merupakan bandar narkoba yang memasok narkoba ke sejumlah daerah di Indonesia. Para pelaku menyelundupkan barang haram itu melalui jasa ekspedisi. Modusnya dengan cara mengkamuflasekan narkoba seolah-olah barang elektronik maupun spare part kendaraan.

" Modus operandi pelaku ini mengirimkan narkoba ke sejumlah daerah atau antar pulau, dengan menuliskan paket yang dikirim merupakan barang elektronik atau spare part. Untuk menyamarkan berat narkoba yang dikirim agar menyerupai dengan barang elektronik atau spare part, pelaku memasukkan batu ke dalam narkoba," sebut Rafli.

Berdasarkan pengakuan pelaku, bisnis haram itu sudah dijalankan pihaknya dalam kurun waktu setahun terakhir. Setiap bulannya, pelaku biasa mengirim narkoba sebanyak 10 kali.

Terbanyak dilakukan ke daerah di Indonesia Timur. Para pelaku ini merupakan sindikat pemasok narkoba antar pulau ini.

"Mereka ini sudah satu tahun terakhir beroperasi, dalam satu bulan memasok narkoba setidaknya 10 kali ke sejumlah daerah," sebutnya.

Rafli menyebut pihaknya kini sedang mengejar satu pelaku lagi yang berperan sebagai pemasok narkoba kepada para pelaku.

"Bagaimana pun pelaku berkamuflase, kami pastikan kami akan menemukan cara untuk mengungkapnya," pungkasnya.  (MC/Dan)




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan BYD di Tol Jagorawi, Tabrak Raize hingga Terguling
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
DPR Harap Gubernur BI yang Baru Tetap Independen dan Tak Ada Pengaruh Politik
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Jakarta Jemput Anak Putus Sekolah lewat Program ”Sekolah Kembali”
• 46 menit lalukompas.id
thumb
Penampakan Geely Coolray-Mobil Bensin Dibanderol Tak Sampai Rp400 Juta
• 51 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Korupsi Jual Beli Gas, Komut PT Inti Alasindo Energi Dituntut 7,5 Tahun Penjara
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.