Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Pekerjaan KDM, Pilih Tetap Lanjut Kerja di Jakarta

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Satpam proyek MRT di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27), memutuskan untuk menolak tawaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, untuk pindah bekerja menjadi satpam di Gedung Sate, Kota Bandung.

Fiktor memilih untuk tetap melakoni profesinya saat ini sebagai Komandan Regu (Danru) pengamanan proyek konstruksi MRT di area depan Plaza Indonesia dan Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat.

"Nah, jadinya saya sudah memutuskan kerja di Jakarta saja dulu. Saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Polisi Ungkap Narkoba Berkedok Paket Sparepart di Bogor Dipasok dari Pramuka Jakarta

Keputusan ini diambil Fiktor lantaran dirinya sudah merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya kini meskipun ia berstatus sebagai pekerja alih daya (outsourcing).

Ia juga mengaku sudah cukup nyaman dengan lingkungan pertemanannya meski baru bergabung selama tiga bulan terakhir.

"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini ," ucap Fiktor.

Setelah sempat berkonflik dengan tiga polisi pengendara Toyota Alphard yang menerobos pelican crossing selesai, ia mulai kembali fokus bekerja sejak Senin (27/7/2026).

Selain itu, Fiktor juga mengaku menilai pekerjaannya saat ini sangat berharga sehingga tak ingin pindah.

Pasalnya, sebelum diterima bekerja sebagai satpam proyek MRT sejak April 2026, pria asal Nias, Sumatera Utara, tersebut sempat lama tidak memiliki pekerjaan tetap di Ibu Kota.

"Sebelumnya itu saya pengangguran satu tahun. Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter HP. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker juga kemarin," cerita Fiktor.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Intimidasi Satpam Bundaran HI yang Jadi Perhatian Dua Gubernur

"Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT," tuturnya.

Sempat Video Call dengan KDM

Terkait pertemuannya dengan Dedi Mulyadi, Fiktor mengaku awalnya sempat curiga saat mendapat pesan dari seorang staf KDM melalui WhatsApp pada Sabtu (25/7/2026).

Untuk memastikan itu bukan penipuan, Fiktor sampai meminta panggilan video atau video call langsung dengan mantan Bupati Purwakarta tersebut.

"Pagi-pagi kan stafnya WA saya. Saya pastikan ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya. Setelah itu saya minta video call sama Beliaunya juga langsung, memastikan kalau benar apa enggak, takut saya ditipu kan," ungkap Fiktor.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah yakin dan diundang secara langsung dalam telepon tersebut, Fiktor akhirnya memutuskan langsung menyewa mobil dan berangkat seorang diri ke Bandung pada Sabtu pagi untuk memenuhi undangan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Situbondo Susun Raperda Pariwisata untuk Lindungi Destinasi yang Mulai Redup
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
3 Pernyataan Mengejutkan Pihak Ruben Onsu soal Sarwendah, Singgung Lelang Rumah hingga Hak Asuh Anak
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Relawan Global Sumut Flotilla Laporkan Benyamin Netanyahu hingga Tentara Israel ke Kejagung
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Komnas HAM Dukung Polisi Usut Kematian Sutrimo: Kita Akan Monitor
• 13 jam laludetik.com
thumb
Sumarna Satpam Waduk Jatiluhur Diduga Terlilit Masalah Keuangan Sebelum Ditemukan Tewas
• 3 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.